Arti Kata "ongahangih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ongahangih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ongahangih

ongah·a·ngih a goyah-goyah; goyang-goyang (krn tidak kuat): jalannya -- spt angsa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ongahangih"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "ongahangih" dalam Kalimat

1.Pada hari itu, jalan menuju kantor saya terlihat spt angsa yang menggeliat.
2.Setelah mendengar berita itu, sisa kepercayaan saya terhadap pemerintah mulai goyah-goyah.
3.Ragam gerakan politik di negara ini membuat masyarakat merasa takut dan goyang-goyang.
4.Sejak peristiwa itu, reputasi perusahaan mulai menurun dan hampir goyah-goyah.
5.Kondisi hukum di daerah ini sangat rawan, membuat siapa pun terasa goyah-goyah dan tidak aman.

πŸ“š Artikel terkait kata "ongahangih"

Mengenal Kata 'ongahangih' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ongahangih" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ongahangih" memiliki makna yang sangat unik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti "ongah·a·ngih a goyah-goyah; goyang-goyang (krn tidak kuat): jalannya -- spt angsa". Makna ini dapat diartikan sebagai gerakan yang tidak stabil atau goyah, seperti seekor angsa yang sedang berjalan. Kata "ongahangih" memiliki asal-usul yang menarik dalam kebudayaan Indonesia. Kata ini mungkin berasal dari bahasa daerah yang digunakan di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di Jawa. Di masa lalu, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak stabil atau tidak kuat dalam menghadapi tantangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "ongahangih" masih digunakan untuk menggambarkan perilaku atau sikap seseorang yang tidak stabil atau tidak kuat. Misalnya, "Dia berjalan dengan cara ongahangih, seperti seekor angsa yang tidak yakin". Atau, "Dia tidak bisa menyelesaikan tugasnya karena jalannya ongahangih". Kata "ongahangih" juga dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam percakapan sehari-hari atau dalam sastra. Misalnya, dalam novel "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata, ada sebuah kalimat yang menggambarkan karakter utama sebagai seseorang yang "berjalan dengan cara ongahangih". Atau, dalam lagu "Goyang Inul" yang populer di Indonesia, ada sebuah lirik yang menggambarkan gerakan tarian sebagai "goyang-goyang, seperti seekor angsa yang ongahangih". Dalam budaya modern Indonesia, kata "ongahangih" masih memiliki relevansi dalam menggambarkan perilaku atau sikap seseorang yang tidak stabil atau tidak kuat. Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, seseorang harus memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan dan stabil dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, kata "ongahangih" masih menjadi inspirasi dan motivasi bagi seseorang untuk menjadi lebih stabil dan kuat dalam menghadapi tantangan.