Arti Kata "oksimoron" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "oksimoron" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

oksimoron

ok·si·mo·ron n Ling penempatan dua antonim dl suatu hubungan sintaksis (dl koordinasi atau subordinasi)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "oksimoron"

📝 Contoh Penggunaan kata "oksimoron" dalam Kalimat

1.Saya sangat senang menikmati hari yang cerah dan gelap secara bersamaan.
2.Pada saat itu, aku harus menghadapi tantangan yang mudah dan sulit.
3.Dalam novel tersebut, cinta dan benci saling berbalas.
4.Dosen mengajarkan konsep yang sederhana dan kompleks.
5.Saya merasa bahagia dan sedih karena itu adalah hari ulang tahunku.

📚 Artikel terkait kata "oksimoron"

Mengenal Kata 'oksimoron' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Oksimoron" - Kunci Bahasa yang Menyajikan Kontradiksi

Kata "oksimoron" mungkin masih asing bagi sebagian orang, tetapi dalam ilmu bahasa, oksimoron adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penempatan dua kata yang bertentangan dalam satu hubungan sintaksis. Konsep ini sudah ada sejak lama, terutama dalam sastra Yunani kuno, di mana para penulis menggunakan oksimoron untuk mengekspresikan kontradiksi yang kompleks. Penggunaan oksimoron tidak hanya terdapat dalam sastra, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bahasa Indonesia, oksimoron sering digunakan untuk mengekspresikan kontradiksi yang tidak seimbang. Contoh yang menarik dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: "Kehidupan itu mudah" (di mana "mudah" dan "kesulitan" merupakan kontradiksi), "Cinta itu pahit" (di mana "cinta" dan "pahit" merupakan kontradiksi), atau "Kehidupan itu indah" (di mana "indah" dan "kesulitan" merupakan kontradiksi). Dalam kehidupan sehari-hari, oksimoron sering digunakan untuk mengekspresikan realitas yang kompleks. Misalnya, orang mungkin mengatakan "Senyumnya menenangkan" (di mana "menenangkan" dan "senyum" merupakan kontradiksi), tetapi pada kenyataannya, senyum dapat memberikan suasana yang lebih santai dan menenangkan. Dalam budaya Indonesia modern, oksimoron sering digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari dalam sastra hingga dalam percakapan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menggunakannya dengan tepat dalam komunikasi sehari-hari.