Arti Kata "ditetak belah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ditetak belah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ditetak belah

Peribahasa walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat: orang pembuat periuk, bertanak di ditetak belah , Peribahasa yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ditetak belah"

📝 Contoh Penggunaan kata "ditetak belah" dalam Kalimat

1.Seorang pengusaha yang membuat produk sendiri seringkali bertanak di ditetak belah karena kualitasnya yang kurang baik.
2.Pada zaman dulu, seorang tukang kayu harus bertanak di ditetak belah karena dia sendiri yang membuatnya.
3.Tukang sepatu yang membuat sepatu sendiri seringkali tidak puas dengan hasilnya dan bertanak di ditetak belah.
4.Seorang pelajar yang membuat proyek sendiri harus siap untuk bertanak di ditetak belah karena dia sendiri yang membuatnya.
5.Seorang pengusaha yang membuat produk sendiri harus siap untuk bertanak di ditetak belah jika kualitas produknya kurang baik.

📚 Artikel terkait kata "ditetak belah"

Mengenal Kata 'ditetak belah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ditetak belah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ditetak belah" merupakan salah satu contoh peribahasa yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu tentang seseorang yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk. Peribahasa ini muncul karena adanya tradisi di masa lalu, di mana pembuat periuk atau wadah lainnya harus bertanak di atas **ditetak belah**, yaitu tempat untuk menanak nasi atau membuat makanan lainnya. Pada saat itu, pembuat periuk tersebut harus sangat teliti dan hati-hati dalam membuat periuknya, karena kalau tidak, maka periuknya akan rusak atau tidak dapat digunakan dengan baik.

Contoh Penggunaan Kata "ditetak belah"

Kata "ditetak belah" dapat digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Dia tidak sabar menunggu hasilnya, karena dia tahu jika dia tidak berhasil maka dia akan menjadi seperti yang dikatakan dalam peribahasa 'buatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk, atau ditetak belah'." Contoh lainnya adalah: "Dia sangat bersemangat membuat proyek barunya, tapi akhirnya dia malah membuat kesalahan yang fatal, seperti yang dikatakan dalam peribahasa 'buatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk, atau ditetak belah'."

Relevansi Kata "ditetak belah" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "ditetak belah" sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, karena kita seringkali melihat orang lain membuat kesalahan yang sama seperti dalam peribahasa ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu ingat peribahasa ini dan untuk selalu berusaha membuat yang terbaik dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.