Arti Kata "dohyo" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dohyo" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dohyo

doh·yo Jp n ring atau arena gulat sumo: pesumo itu terlempar dr lingkaran --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dohyo"

📝 Contoh Penggunaan kata "dohyo" dalam Kalimat

1.Pada dohyo, pesumo berusaha untuk mengalahkan lawannya dengan gaya yang unik.
2.Dalam pertandingan sumo, dohyo menjadi pusat perhatian seluruh penonton.
3.Dengan gerakan yang sangat cepat, pesumo terlempar dari dohyo oleh lawannya yang lebih kuat.
4.Pada hari itu, dohyo menjadi saksi bisu dari pertandingan sumo yang sangat sengit.
5.Pada sekolah, murid mempelajari cara berlari di sekeliling dohyo sebagai latihan fisik.

📚 Artikel terkait kata "dohyo"

Mengenal Kata 'dohyo' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dohyo" - Arena Gulat Sumo yang Kaya Sejarah

Dalam konteks budaya Jepang, dohyo (, ring atau arena gulat sumo) merupakan konsep yang sangat penting dalam tradisi gulat sumo. Dohyo bukan hanya merupakan tempat pertarungan antara dua pejuang sumo, tetapi juga merupakan simbol kekuatan, keberanian, dan disiplin. Sejarah dohyo sendiri kaya akan cerita dan tradisi yang telah melekat sejak zaman kuno. Pada masa lalu, dohyo digunakan sebagai arena tempat pejuang sumo berlaga dan menunjukkan kekuatan fisik dan mentalnya. Arena ini biasanya dilengkapi dengan lingkaran yang diwarnai dengan warna merah, biru, atau putih, yang menambah kesan dramatis dan sakral. Selama pertarungan, pejuang sumo harus berusaha untuk mengalahkan lawan mereka dan menempatkan mereka di luar lingkaran, sehingga mereka terlempar dari arena. Dalam kalimat yang alami, kita dapat melihat contoh penggunaan kata dohyo sebagai berikut: - Pada hari itu, pejuang sumo menghadapi lawan yang sangat tangguh di dohyo. - Mereka harus berlari kencang untuk mencapai lingkaran dohyo. - Setelah pertarungan selesai, pejuang sumo berdiri dengan bangga di atas dohyo. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep dohyo dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek, tidak hanya dalam olahraga gulat sumo. Misalnya, dalam dunia bisnis, seseorang dapat dianggap sebagai "pemenang di dohyo" jika mereka berhasil mengatasi tantangan dan mencapai kesuksesan. Dalam budaya Indonesia modern, konsep dohyo dapat dihubungkan dengan filosofi "menghadapi tantangan" dan "berjuang untuk mencapai cita-cita".