Arti Kata "duduk bertimpuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "duduk bertimpuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

duduk bertimpuh

duduk bersimpuh

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "duduk bertimpuh"

📝 Contoh Penggunaan kata "duduk bertimpuh" dalam Kalimat

1.Di ruang rapat, bos duduk bertimpuh untuk membahas rencana proyek.
2.Ibu guru meminta siswa untuk duduk bertimpuh dan mendengarkan penjelasannya.
3.Dalam upacara peringatan hari kemerdekaan, pejabat duduk bertimpuh sambil mengenakan pakaian adat.
4.Dalam budaya Jawa, duduk bertimpuh adalah tanda menghormati orang yang lebih tua.
5.Pada acara penerimaan penghargaan, tokoh masyarakat duduk bertimpuh sambil menerima piagam penghargaan.

📚 Artikel terkait kata "duduk bertimpuh"

Mengenal Kata 'duduk bertimpuh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Duduk Bertimpuh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "duduk bertimpuh" adalah istilah yang sudah lama digunakan dalam bahasa Indonesia. Istilah ini memiliki makna yang sangat luas dan kompleks. Secara umum, "duduk bertimpuh" berarti melakukan sujud syukur atau berdoa dengan posisi duduk, yaitu duduk dengan kaki terbuka dan tangan terjulur ke depan. Istilah ini sering digunakan dalam konteks religius, terutama dalam kegiatan ibadah. Dalam sejarah, "duduk bertimpuh" digunakan sebagai cara untuk menunjukkan rasa syukur dan penghormatan kepada Tuhan. Dalam masyarakat tradisional, "duduk bertimpuh" juga digunakan sebagai cara untuk menunjukkan hormat kepada orang yang lebih tua atau berpangkat tinggi. Dalam konteks sosial, "duduk bertimpuh" sering digunakan sebagai cara untuk menunjukkan kesetiaan dan loyalitas kepada keluarga, komunitas, atau negara. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "duduk bertimpuh" dalam kalimat yang alami: * Setelah menanggung beban hidup yang berat, aku akhirnya bisa **duduk bertimpuh** dan berdoa dengan hati yang penuh dengan rasa syukur. * Ketika sedang dalam kesulitan, aku sering memilih untuk **duduk bertimpuh** dan mencari inspirasi dari Tuhan. * Dalam kehidupan sehari-hari, kami sering melihat orang-orang **duduk bertimpuh** di depan mesjid, menunggu waktu shalat. Dalam kehidupan sehari-hari, "duduk bertimpuh" masih memiliki relevansi yang sangat kuat. Banyak orang yang menggunakan istilah ini sebagai cara untuk menunjukkan rasa syukur dan penghormatan kepada Tuhan. Selain itu, "duduk bertimpuh" juga menjadi simbol kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan. Dalam budaya Indonesia modern, "duduk bertimpuh" masih dianggap sebagai cara untuk menunjukkan kesetiaan dan loyalitas kepada keluarga, komunitas, atau negara.