Arti Kata "egoistis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "egoistis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

egoistis

ego·is·tis /égoistis/ a bersifat mementingkan diri sendiri; bersifat egois

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "egoistis"

📝 Contoh Penggunaan kata "egoistis" dalam Kalimat

1.Ia sangat egoistis dalam mengambil keputusan yang hanya menguntungkan dirinya sendiri.
2.Pengambilan keputusan yang egoistis seringkali merugikan orang lain.
3.Dalam novel itu, karakter utama digambarkan sebagai seseorang yang egoistis dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
4.Dalam konteks ekonomi, politik yang egoistis dapat menyebabkan ketidaksetaraan dan konflik sosial.
5.Pendidikan moral dan etika harus diajarkan kepada anak untuk menghindari perilaku egoistis dan mengembangkan rasa empati.

📚 Artikel terkait kata "egoistis"

Mengenal Kata 'egoistis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Egoistis" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, kata "egoistis" memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu bersifat mementingkan diri sendiri atau bersifat egois. Kata ini berasal dari bahasa Inggris "egoistic" yang juga memiliki makna yang sama. Dalam konteks sejarah, konsep egoisme telah ada sejak abad ke-17, ketika filsuf Jean-Jacques Rousseau memperkenalkan gagasan bahwa manusia memiliki dua sifat alami, yaitu egoisme dan altruisme. Sifat egoisme ini dapat mengakibatkan perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri, tanpa mempedulikan kebutuhan orang lain. Penggunaan kata "egoistis" dapat ditemukan dalam berbagai contoh kalimat yang alami. Misalnya, "Dia adalah orang yang egoistis dan hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri." Atau, "Kerja sama tim tidak dapat terjalin karena salah satu anggota yang egoistis." Contoh lainnya adalah, "Dia memutuskan untuk meninggalkan teman-temannya karena merasa bahwa kebutuhan dirinya lebih penting." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep egoisme sangat relevan. Orang yang egoistis sering kali sulit untuk bekerja sama dengan orang lain dan memiliki kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat. Dalam konteks budaya Indonesia modern, egoisme dapat dianggap sebagai kerentanan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kesadaran bahwa perilaku egoistis dapat mengakibatkan dampak negatif pada diri sendiri dan orang lain.