Arti Kata "egosentris" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "egosentris" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

egosentris

ego·sen·tris /égoséntris/ a menjadikan diri sendiri sbg titik pusat pemikiran (perbuatan); berpusat pd diri sendiri (menilai segalanya dr sudut diri sendiri);
ke·e·go·sen·tris·an n perihal egosentris

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "egosentris"

📝 Contoh Penggunaan kata "egosentris" dalam Kalimat

1.Pemimpin yang egosentris seringkali memaksakan kehendaknya pada rekan-rekannya.
2.Dalam novel tersebut, tokoh utama terlihat sangat egosentris dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
3.Anak kecil yang egosentris itu sulit menerima kritik dari orang lain dan selalu membenarkan diri sendiri.
4.Dalam konteks psikologi, egosentrisisme dapat menyebabkan seseorang memiliki hubungan yang tidak seimbang dengan orang lain.
5.Pemikiran egosentris seringkali membuat seseorang sulit untuk menghargai pendapat orang lain dan menganggap dirinya sebagai yang paling benar.

📚 Artikel terkait kata "egosentris"

Mengenal Kata 'egosentris' - Inspirasi dan Motivasi

Kenali Egosentris: Cara Berpikir yang Berpusat pada Diri Sendiri

Dalam bahasa Indonesia, kata egosentris berasal dari kata "ego" yang berarti diri sendiri dan "sentris" yang berarti berpusat. Dalam konteks psikologi, egosentris merujuk pada cara berpikir yang berpusat pada diri sendiri, di mana individu lebih memikirkan kepentingan dan kebutuhan diri sendiri daripada kepentingan orang lain. Makna umum dari kata egosentris ini telah ada sejak lama, tetapi konsep ini menjadi lebih populer pada abad ke-20 dengan munculnya psikologi humanis. Para psikolog seperti Carl Rogers dan Abraham Maslow membahas tentang pentingnya mengembangkan diri sendiri dan memahami kebutuhan individu. Namun, dalam konteks modern, egosentris sering digunakan untuk menggambarkan perilaku yang berlebihan dan tidak peduli dengan kebutuhan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat contoh egosentris dalam berbagai bentuk. Misalnya, seseorang yang selalu ingin menjadi pusat perhatian dan tidak peduli dengan kebutuhan orang lain. "Dia selalu ingin menjadi yang terdepan dan tidak peduli jika orang lain terganggu," kata temannya. "Dia benar-benar egosentris dan tidak pernah memikirkan kebutuhan orang lain." Atau, seseorang yang selalu mencari kemudahan dan tidak mau melakukannya sendiri. "Dia selalu minta bantuan orang lain dan tidak mau belajar untuk melakukannya sendiri. Dia benar-benar egosentris dan tidak mau berusaha." Dalam budaya Indonesia modern, egosentris sering digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak peduli dengan kebutuhan orang lain. Misalnya, seseorang yang selalu ingin memiliki barang-barang mewah tanpa peduli jika orang lain tidak dapat membelinya. "Dia benar-benar egosentris dan tidak peduli dengan kebutuhan orang lain," kata seseorang yang mengenalnya. Dalam konteks ini, egosentris digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak peduli dengan kebutuhan orang lain dan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.

Kata yang Mirip

egosentrisitas, egosentrisme