Arti Kata "egosentrisitas" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "egosentrisitas" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

egosentrisitas

ego·sen·tri·si·tas /égoséntrisitas/ n keegosentrisan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "egosentrisitas"

📝 Contoh Penggunaan kata "egosentrisitas" dalam Kalimat

1.Orang yang memiliki tingkat egosentrisitas tinggi cenderung sulit bekerja sama dengan orang lain.
2.egosentrisitas yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang melakukan keputusan yang buruk dalam bisnis.
3.Dalam psikologi, egosentrisitas digunakan untuk menggambarkan perilaku yang berfokus pada kepentingan diri sendiri.
4.Seseorang dengan egosentrisitas yang rendah cenderung lebih mudah menerima kritik dan saran dari orang lain.
5.Dalam konteks pendidikan, egosentrisitas dapat diatasi dengan mengajarkan anak-anak untuk bekerja sama dan berbagi.

📚 Artikel terkait kata "egosentrisitas"

Mengenal Kata 'egosentrisitas' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Egosentrisitas" - Inspirasi dan Motivasi

Egosentrisitas adalah konsep psikiatri yang berkembang dari psikologi Sigmund Freud. Dalam konteks ini, egosentrisitas merujuk pada kecenderungan seseorang untuk selalu berfokus pada kepentingan dirinya sendiri, tanpa memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang lain. Konsep ini berawal dari teori Freud tentang struktur kepribadian manusia, yang terdiri dari id, ego, dan superego. Dalam kehidupan sehari-hari, egosentrisitas seringkali digunakan sebagai kritik terhadap perilaku seseorang yang terlalu fokus pada dirinya sendiri. Contoh penggunaan kata egosentrisitas dapat dilihat dalam kalimat berikut: * "Dia terlalu egosentrisitas, tidak pernah peduli dengan perasaan temannya." * "Egosentrisitasnya membuat dia sulit bekerja sama dengan orang lain." * "Dia memiliki kecenderungan egosentrisitas yang kuat, sehingga sulit untuk mendengarkan saran orang lain." Egosentrisitas memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam interaksi sosial. Dalam budaya Indonesia modern, egosentrisitas seringkali dianggap sebagai kekurangan yang perlu diatasi. Dengan memahami konsep egosentrisitas, kita dapat lebih mudah mengenali dan mengatasi perilaku yang tidak seimbang dan tidak menghargai kebutuhan orang lain. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.