Arti Kata "habis geli oleh gelitik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "habis geli oleh gelitik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

habis geli oleh gelitik

Peribahasa (barang) yang kurang menyenangkan dan sebagainya akan hilang apabila telah biasa atau telah menjadi kebiasaan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "habis geli oleh gelitik"

📝 Contoh Penggunaan kata "habis geli oleh gelitik" dalam Kalimat

1.Gaya hidup mewah akan habis geli oleh gelitik jika terus berlanjut.
2.Kurikulum yang penuh dengan teori akan habis geli oleh gelitik apabila tidak ditunjang dengan praktik.
3.Kita tidak boleh terbiasa dengan hal-hal negatif, karena akan habis geli oleh gelitik jika tidak segera diatasi.
4.Makanan yang pahit awalnya, tetapi menjadi enak setelah beberapa kali makan, merupakan contoh akan habis geli oleh gelitik.
5.Kegiatan yang awalnya menjadi hobi, tetapi menjadi kebiasaan, akan habis geli oleh gelitik dan menjadi tidak menarik.

📚 Artikel terkait kata "habis geli oleh gelitik"

Mengenal Kata 'habis geli oleh gelitik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "habis geli oleh gelitik" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "habis geli oleh gelitik" adalah salah satu peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia. Peribahasa ini menggambarkan fenomena di mana sesuatu yang awalnya menimbulkan kesegaran dan kegembiraan, akan hilang ketika telah biasa atau telah menjadi kebiasaan. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan bagaimana manusia dapat kehilangan minat atau kesegaran terhadap sesuatu yang awalnya menarik. Pada awalnya, kata "habis geli oleh gelitik" mungkin terdengar tidak biasa, tetapi setelah beberapa kali dipahami, maknanya akan menjadi jelas. Peribahasa ini dapat digunakan dalam berbagai konteks, tidak hanya dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga dalam bidang pendidikan, bisnis, dan lain-lain. Contoh penggunaan kata "habis geli oleh gelitik" dalam kalimat yang alami adalah seperti ini: "Saya awalnya sangat merasa geli dengan hobi bermain game, tapi sekarang sudah tidak terlalu menyenangkan karena saya telah biasa bermainnya". Dalam kalimat ini, kata "habis geli oleh gelitik" digunakan untuk menggambarkan bagaimana hobi bermain game yang awalnya menimbulkan kesegaran dan kegembiraan, kini telah kehilangan kesegarannya karena telah biasa. Kata "habis geli oleh gelitik" juga relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kebiasaan. Misalnya, saat kita pertama kali mencoba makanan baru, kita akan merasa sangat geli dan menikmati rasa dan teksturnya. Namun, setelah beberapa kali makan makanan tersebut, kita mungkin akan kehilangan minatnya karena telah biasa. Dalam hal ini, kata "habis geli oleh gelitik" dapat digunakan untuk menggambarkan bagaimana kebiasaan dapat kehilangan kesegarannya. Dalam budaya Indonesia modern, kata "habis geli oleh gelitik" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, dalam konteks bisnis, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan bagaimana produk atau jasa yang awalnya menarik dan unik, kini telah kehilangan kesegarannya karena telah biasa. Dalam konteks ini, kata "habis geli oleh gelitik" dapat digunakan untuk menggambarkan bagaimana pentingnya inovasi dan perubahan dalam menjaga kesegaran dan keunikan. Dalam kesimpulan, kata "habis geli oleh gelitik" adalah salah satu peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia. Peribahasa ini menggambarkan fenomena di mana sesuatu yang awalnya menimbulkan kesegaran dan kegembiraan, akan hilang ketika telah biasa atau telah menjadi kebiasaan. Kata ini dapat digunakan dalam berbagai konteks, tidak hanya dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga dalam bidang pendidikan, bisnis, dan lain-lain.