Arti Kata "ekspresionisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ekspresionisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ekspresionisme

eks·pre·si·o·nis·me /éksprésionisme/ n 1 Sen aliran seni yg melukiskan perasaan dan pengindraan batin yg timbul dr pengalaman di luar yg diterima tidak saja oleh pancaindra, melainkan juga oleh jiwa seseorang; 2 aliran kesusastraan yg lebih mementingkan soal kejiwaan dp menggambarkan kejadian yg nyata

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ekspresionisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "ekspresionisme" dalam Kalimat

1.Saya berharap anak-anak dapat belajar lebih banyak tentang ekspresionisme dalam pelajaran seni di sekolah. Karya-karya seniman ekspresionis seperti Edvard Munch sangat populer di kalangan pecinta seni modern.

📚 Artikel terkait kata "ekspresionisme"

Mengenal Kata 'ekspresionisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ekspresionisme" - Inspirasi dan Motivasi

Ekspresionisme adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seni yang mengutamakan ekspresi emosi dan perasaan individu. Istilah ini pertama kali muncul pada awal abad ke-20, ketika para seniman berusaha untuk mengekspresikan pengalaman pribadi mereka melalui karya seni. Dalam konteks historis, ekspresionisme berkembang sebagai reaksi terhadap kekacauan dan krisis yang terjadi pada akhir Perang Dunia I.

Ekspresionisme bukan hanya terbatas pada seni rupa, tetapi juga meluas ke bidang sastra dan musik. Dalam seni rupa, ekspresionisme dinyatakan melalui warna-warna kuat, bentuk-bentuk abstrak, dan komposisi yang ekstrem. Contoh-contoh ekspresionisme dapat dilihat dalam karya-karya seniman seperti Edvard Munch, Francis Bacon, dan Vincent van Gogh. Mereka menggunakan warna dan bentuk untuk menggambarkan perasaan dan emosi yang kompleks.

Ekspresionisme juga memiliki relevansi yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks budaya Indonesia modern, ekspresionisme dapat dilihat dalam berbagai bentuk seni, seperti tarian, musik, dan sastra. Seniman-seniman Indonesia seperti Hamengku Buwono IX dan Raditya Dika menggunakan ekspresionisme untuk menggambarkan pengalaman pribadi mereka dan menginspirasi masyarakat. Dengan demikian, ekspresionisme tetap relevan dan hidup dalam konteks budaya Indonesia modern.