Arti Kata "membina watak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "membina watak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

membina watak

mem.bi.na watak pembangunan watak manusia sebagai pribadi dan makhluk sosial melalui pendidikan dalam keluarga, sekolah, organisasi, pergaulan, ideologi, dan agama

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "membina watak"

📝 Contoh Penggunaan kata "membina watak" dalam Kalimat

1.Pendidikan karakter di sekolah harus membiarkan watak anak-anak berkembang secara alami.
2.Pada konteks budaya, membinakan watak melibatkan proses sosialisasi yang kompleks.
3.Keluarga harus memainkan peran penting dalam membina watak anak-anak dari dini.
4.Dalam konteks pendidikan formal, institusi harus membiarkan watak siswa berkembang melalui proses belajar.
5.Pendidik harus memahami bahwa membina watak anak-anak tidak hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga tentang membantu mereka mengembangkan kepribadian.

📚 Artikel terkait kata "membina watak"

Mengenal Kata 'membina watak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Membina Watak" - Inspirasi untuk Membangun Karakter

Kata "membina watak" memiliki makna yang sangat luas dan kompleks dalam konteks bahasa Indonesia. Secara historis, konsep ini berkembang dari filsafat dan pendidikan, dengan tujuan utama untuk membentuk karakter individu menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Dalam konteks sosial, membina watak telah menjadi prioritas utama dalam pendidikan, terutama dalam keluarga dan sekolah, karena dianggap sebagai modal dasar untuk mengembangkan kemampuan dan perilaku yang positif. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kalimat-kalimat seperti "Orang tua harus membina watak anak-anak mereka agar menjadi pribadi yang berintegritas" atau "Pendidikan membina watak yang lebih baik bagi generasi muda". Itu berarti bahwa proses membina watak bukan hanya dilakukan oleh orang tua atau guru, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama dari masyarakat. Dalam contoh lain, "Membina watak melalui agama" adalah cara untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan yang kuat dan menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam konteks budaya Indonesia modern, membina watak telah menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membina watak agar dapat meningkatkan kualitas hidup masing-masing individu dan masyarakat. Jadi, mari kita mulai membina watak kita sendiri dengan memilih perilaku yang baik dan berkontribusi pada pembangunan karakter masyarakat yang lebih baik.