Arti Kata "ekuinoks" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ekuinoks" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ekuinoks

eku·i·noks /ékuinoks/ n saat matahari melintasi ekuator sehingga siang dan malam bagi tempat-tempat di lintang Oo sama panjang; saat busur siang dan busur malam matahari sama panjang bagi semua tempat di bumi, diperkirakan pd tanggal 21 Maret dan 23 September

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ekuinoks"

📝 Contoh Penggunaan kata "ekuinoks" dalam Kalimat

1.Pada tanggal 21 Maret, matahari melintasi ekuator dan terjadi ekuinoks musim semi.
2.Di Indonesia, ekuinoks musim semi biasanya terjadi pada akhir Maret setiap tahunnya.
3.Pada saat ekuinoks, siang dan malam memiliki durasi yang sama di seluruh permukaan bumi.
4.Pada tanggal 23 September, matahari melintasi ekuator kembali dan terjadi ekuinoks musim gugur.
5.Dalam astronomi, ekuinoks sangat penting untuk menentukan posisi matahari dan planet dalam sistem tata surya.

📚 Artikel terkait kata "ekuinoks"

Mengenal Kata 'ekuinoks' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ekuinoks" - Kunci Alam yang Menginspirasi

Ekuinoks adalah salah satu fenomena alam yang paling menarik dan menantang. Dalam bahasa Indonesia, kata ini secara resmi didefinisikan sebagai saat matahari melintasi ekuator, sehingga siang dan malam bagi tempat-tempat di lintang Oo sama panjang. Fenomena ini terjadi dua kali setiap tahun, yang biasanya jatuh pada tanggal 21 Maret dan 23 September. Ekuinoks merupakan saat dimana busur siang dan busur malam matahari sama panjang bagi semua tempat di Bumi. Dalam konteks sejarah, ekuinoks telah memiliki makna yang lebih mendalam. Dalam beberapa budaya, ekuinoks dianggap sebagai saat peralihan musim, saat yang menandai awal musim semi atau musim gugur. Dalam kebudayaan Barat, ekuinoks dianggap sebagai saat yang menandai awal musim panas atau musim dingin. Namun, dalam konteks modern, ekuinoks lebih sering dihubungkan dengan fenomena alam dan keindahan alam. Berikut beberapa contoh penggunaan kata ekuinoks dalam kalimat yang alami: "Pada tanggal 21 Maret, matahari akan mencapai ekuinoks, sehingga siang dan malam bagi tempat-tempat di lintang kutub akan sama panjang." "Ekuinoks merupakan salah satu fenomena alam yang paling menarik dan menantang." "Pada saat ekuinoks, matahari akan terbit dan terbenam pada posisi yang sama bagi semua tempat di Bumi." Dalam kehidupan sehari-hari, ekuinoks dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih menghargai keindahan alam. Dengan melihat fenomena ekuinoks, kita dapat lebih menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghargai keindahan alam. Dalam budaya Indonesia modern, ekuinoks dapat menjadi topik yang menarik untuk dibahas dan dipelajari.