Arti Kata "elastik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "elastik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

elastik

elas·tik /élastik/ n 1 karet; 2 tali atau pita yg dibuat lentur (mulur, kenyal) dng diberi bahan dr karet di dalamnya;
ke·e·las·tik·an n sifat suatu bahan yg dapat berubah bentuk dan ukuran apabila mendapat tegangan dan akan kembali kpd bentuk dan ukuran semula apabila tegangan itu dihilangkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "elastik"

📝 Contoh Penggunaan kata "elastik" dalam Kalimat

1.Karet tersebut memiliki elastisitas yang tinggi sehingga mudah dipakai sebagai tali.
2.Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa elastik adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan dalam industri.
3.Dia menggunakan elastik untuk membuat senam ringan yang bisa dilakukan di rumah.
4.Sifat elastik suatu bahan membuatnya sangat berguna dalam berbagai bidang aplikasi.
5.Banyak anak sekolah menggunakan elastik untuk bermain dan melatih kekuatan otot mereka.

📚 Artikel terkait kata "elastik"

Mengenal Kata 'elastik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "elastik" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "elastik" memiliki makna yang sangat luas dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Dalam arti resmi, kata elastik mengacu pada sifat suatu bahan yang dapat berubah bentuk dan ukuran apabila mendapat tegangan dan akan kembali ke bentuk dan ukuran semula apabila tegangan itu dihilangkan. Namun, dalam konteks yang lebih umum, kata elastik sering digunakan untuk menggambarkan keadaan yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan atau tekanan. Sejarah kata elastik sendiri telah terkait erat dengan penemuan dan pengembangan teknologi. Pada abad ke-19, ilmuwan Inggris bernama Thomas Hancock menciptakan jenis karet sintetis yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk karet alami. Hasil penelitiannya inilah yang kemudian mengembangkan konsep elastisitas dalam bahan-bahan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata elastik sangat relevan dalam berbagai situasi. Contohnya, kita dapat melihat elastisitas dalam benda-benda seperti karet, tali, atau pita yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan bentuk atau ukuran. Misalnya, "Karet yang saya gunakan untuk mengikat tumpukan buku sangat elastik sehingga tidak pernah rusak." Atau, "Tali elastik yang saya gunakan untuk bermain badminton sangat fleksibel sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan arah bola." Dalam budaya Indonesia modern, kata elastik juga memiliki implikasi yang lebih luas. Misalnya, konsep elastisitas dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan mental atau emosional seseorang yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan atau tekanan. Dalam konteks ini, kata elastik dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk mengembangkan kemampuan adaptasi dan fleksibilitas. Dengan demikian, kata elastik tidak hanya merupakan konsep teknis atau ilmiah, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.