Arti Kata "elefantiasis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "elefantiasis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

elefantiasis

ele·fan·ti·a·sis /élefantiasis/ n Dok penyakit yg menimbulkan pembengkakan bagian tubuh secara luar biasa krn kulit dan jaringan yg di bawahnya bertambah tebal terutama pd tungkai dan alat kelamin sebelah luar; penyakit kaki gajah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "elefantiasis"

📝 Contoh Penggunaan kata "elefantiasis" dalam Kalimat

1.elefantiasis adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan kesakitan dan kesulitan mobilisasi pasien.
2.Dokter telah membantu banyak pasien yang menderita penyakit elefantiasis dengan melakukan tindakan pengobatan yang tepat.
3.Saya tidak ingin melihatnya, tapi dia telah terkena penyakit elefantiasis dan sekarang tubuhnya membesar.
4.Penyakit elefantiasis dapat menyebabkan masalah kesehatan serius jika tidak diobati dengan benar.
5.Kita harus meningkatkan kesadaran tentang penyakit elefantiasis dan cara mencegahnya untuk mengurangi angka kesakitan.

📚 Artikel terkait kata "elefantiasis"

Mengenal Kata 'elefantiasis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Elefantiasis" - Inspirasi dan Motivasi

Elefantiasis adalah penyakit yang menimbulkan pembengkakan bagian tubuh secara luar biasa karena kulit dan jaringan yang di bawahnya bertambah tebal, terutama pada tungkai dan alat kelamin sebelah luar. Penyakit ini telah ada sejak lama dan merupakan salah satu contoh penyakit menular yang memengaruhi banyak orang di Indonesia. Elefantiasis atau penyakit kaki gajah telah menjadi perhatian sejak zaman kuno. Penyakit ini biasanya menyerang orang yang tinggal di daerah tropis, seperti Indonesia, dan disebabkan oleh parasit parasit filaria. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan, saraf, dan kulit, sehingga mengakibatkan perubahan fisik yang tidak biasa. Contoh penggunaan kata elefantiasis dalam kalimat yang alami adalah: "Saya tidak tahu penyebabnya, tapi saya melihat sahabat saya menderita penyakit elefantiasis dan saya merasa kasihan melihatnya." Contoh lain adalah: "Klinik kami telah melihat banyak kasus elefantiasis di daerah pedalaman dan kami sedang mencari solusi untuk mengatasinya." Dalam kehidupan sehari-hari, elefantiasis dapat memiliki dampak yang signifikan terutama pada kualitas hidup seseorang. Penyakit ini dapat menyebabkan isolasi sosial dan perubahan fisik yang tidak biasa, sehingga mengakibatkan gangguan emosi dan psikologis. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang elefantiasis agar dapat dicegah dan diatasi dengan lebih efektif.