Arti Kata "endotoksin" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "endotoksin" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

endotoksin

en·do·tok·sin /éndotoksin/ n racun yg terdapat di dl kuman dan yg baru keluar bila kuman itu rusak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "endotoksin"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "endotoksin" dalam Kalimat

1.Berikut adalah lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "endotoksin":
2.Bakteri ini mengeluarkan endotoksin yang membuat kita mual dan sakit perut.
3.Dokter menjelaskan bahwa penyakit ini disebabkan oleh endotoksin yang diproduksi oleh bakteri tertentu.
4.Pada saat itu, kita tidak tahu bahwa endotoksin itu dapat menyebabkan keracunan darah.
5.Ketika kuman membusuk, endotoksin yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan.

πŸ“š Artikel terkait kata "endotoksin"

Mengenal Kata 'endotoksin' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "endotoksin" - Racun yang Tersembunyi di Kuman

Kata "endotoksin" mungkin terdengar asing bagi banyak orang, namun dalam dunia biologi, kata ini memiliki makna yang sangat penting. Endotoksin adalah racun yang terkandung di dalam kuman dan baru keluar ketika kuman tersebut rusak. Sejarahnya, konsep endotoksin ditemukan pada abad ke-19 oleh ilmuwan Rusia, Elie Metchnikoff, yang kemudian dikenal sebagai ahli imunologi. Dalam kehidupan sehari-hari, endotoksin seringkali menjadi masalah ketika kita terinfeksi oleh kuman. Ketika kuman tersebut mengalami kerusakan, mereka akan melepaskan endotoksin sebagai cara untuk melawan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala, dari yang ringan hingga berat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengenali dan mengatasi endotoksin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Endotoksin juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kita makan makanan yang tidak segar atau tidak matang dengan baik, kita berisiko menelan endotoksin yang terkandung di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan diare. Oleh karena itu, penting untuk selalu memilih makanan yang segar dan matang dengan baik untuk menghindari endotoksin. Selain itu, endotoksin juga dapat ditemukan di dalam produk-produk yang terkontaminasi oleh kuman, seperti air yang tidak bersih atau produk-produk yang tidak terjamin keamanannya.