Arti Kata "ensefalomielitis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ensefalomielitis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ensefalomielitis

en·se·fa·lo·mi·e·li·tis /énséfalomiélitis/ n Dok radang otak dan sumsum tulang belakang yg tersebar di beberapa tempat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ensefalomielitis"

📝 Contoh Penggunaan kata "ensefalomielitis" dalam Kalimat

1.Pada tahun 2019, wabah encefalomielitis melanda beberapa negara di wilayah Asia Tenggara.
2.Saya sangat khawatir karena adiknya menderita encefalomielitis sejak beberapa minggu yang lalu.
3.Penelitian tentang encefalomielitis masih dalam tahap awal dan memerlukan bantuan lebih lanjut.
4.Klinik penyakit saraf terkemuka di kota ini menangani pasien-pasien yang menderita encefalomielitis.
5.Dalam buku "Dinamika Penyakit Saraf", encefalomielitis dibahas sebagai salah satu jenis penyakit otak yang berbahaya.

📚 Artikel terkait kata "ensefalomielitis"

Mengenal Kata 'ensefalomielitis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ensefalomielitis" - Penyakit Saraf yang Perlu Diketahui

Pada awalnya, kata ensefalomielitis mungkin terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, penyakit ini sebenarnya telah ada selama beberapa dekade dan masih menjadi perhatian medis hingga saat ini. Ensefalomielitis adalah penyakit radang yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan gangguan motorik. Dalam konteks sosial, ensefalomielitis seringkali dipahami sebagai penyakit yang kompleks dan berat. Bahkan, beberapa kasus ensefalomielitis dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui gejala dan tanda-tanda ensefalomielitis agar dapat mengenali penyakit ini lebih dini. Ensefalomielitis dapat digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Pada tahun 2010, sebuah penelitian menemukan bahwa ensefalomielitis memiliki kaitan dengan infeksi virus." Atau, "Dokter mendiagnosis ensefalomielitis pada pasiennya setelah melakukan pemeriksaan MRI." Dalam kehidupan sehari-hari, ensefalomielitis dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Banyak orang yang menderita ensefalomielitis harus berhenti bekerja atau melakukan aktivitas yang biasanya mereka lakukan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran tentang ensefalomielitis dan gejala-gejalanya agar dapat membantu orang lain yang mungkin menderita penyakit ini. Dalam budaya Indonesia modern, ensefalomielitis masih merupakan topik yang sensitif. Banyak orang yang masih ragu untuk membicarakan tentang penyakit ini, bahkan di kalangan dokter dan ahli medis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menghilangkan stigma dan rasa takut terhadap ensefalomielitis agar dapat membantu orang lain yang menderita penyakit ini.