Arti Kata "fatalisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fatalisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fatalisme

fa·tal·is·me n ajaran atau paham bahwa manusia dikuasai oleh nasib

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fatalisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "fatalisme" dalam Kalimat

1.Guru memberikan pelajaran tentang fatalisme pada kelas filsafat untuk memahami teori nasib.
2.Pemikiran fatalisme seringkali menyebabkan seseorang merasa tidak memiliki kontrol atas kehidupannya.
3.Dalam novel karya F. Scott Fitzgerald, karakter utama mengalami perubahan drastis akibat kepercayaan fatalisme yang kuat.
4.Pengalaman hidup yang buruk dapat mempengaruhi seseorang untuk memiliki pendapat fatalisme tentang masa depan.
5.Dalam beberapa budaya, fatalisme dianggap sebagai bagian dari tradisi dan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

📚 Artikel terkait kata "fatalisme"

Mengenal Kata 'fatalisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fatalisme" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi Fatalisme

Fatalisme adalah konsep yang menjelaskan bahwa manusia dikuasai oleh nasib dan kejadian yang tidak dapat diubah. Dalam arti resmi, fatalisme diartikan sebagai ajaran atau paham bahwa kehidupan seseorang ditentukan oleh faktor-faktor yang tidak berada di dalam kendali mereka. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno dan dapat ditemukan dalam berbagai budaya dan agama.

Contoh Penggunaan Fatalisme dalam Kalimat

Seseorang yang mengikuti doktrin fatalisme akan berpikir bahwa nasib telah menentukan kehidupannya. Mereka berpikir bahwa apa yang akan terjadi sudah diputuskan sebelumnya dan tidak ada yang dapat mengubahnya. Contohnya, "Saya percaya pada fatalisme, jadi saya tidak perlu khawatir tentang masa depan saya." Orang lain mungkin mengatakan, "Saya tidak percaya pada fatalisme, saya yakin saya dapat membuat pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan saya."

Relevansi Fatalisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, fatalisme dapat mempengaruhi cara kita berpikir dan bertindak. Orang-orang yang mengikuti doktrin fatalisme mungkin akan lebih santai dan tidak terlalu khawatir tentang kejadian yang akan terjadi. Namun, mereka juga mungkin akan kehilangan motivasi untuk melakukan sesuatu karena percaya bahwa nasib telah menentukan kehidupannya. Dalam budaya Indonesia modern, konsep fatalisme masih relevan dan dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam cara orang berpikir tentang nasib dan kejadian yang tidak dapat diubah.