Arti Kata "fitofag" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fitofag" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fitofag

fi·to·fag a Zool suka memakan tumbuhan (tt serangga)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fitofag"

📝 Contoh Penggunaan kata "fitofag" dalam Kalimat

1.Serangga fitofag yang hidup di hutan memiliki peran penting dalam ekosistem.
2.Pengunjung taman yang menyaksikan serangga fitofag berinteraksi dengan tanaman dapat mempelajari tentang simbiosis.
3.Sebagai konsep biologi, serangga fitofag sering digunakan sebagai contoh dalam pembelajaran sekolah.
4.Dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan serangga fitofag seperti kupu-kupu dapat menambah keindahan alam.
5.Studi tentang serangga fitofag dapat memberikan wawasan tentang keseimbangan alam yang penting dipelajari oleh masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "fitofag"

Mengenal Kata 'fitofag' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fitofag" - Inspirasi dari Alam

Kata "fitofag" mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tetapi maknanya sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam arti resmi, fitofag adalah serangga yang suka memakan tumbuhan. Konsep ini muncul dari istilah "fito" yang berarti tumbuhan dan "fag" yang berarti penghuni atau pemakan. Dalam konteks alam, fitofag adalah contoh ekosistem yang kompleks, di mana serangga berperan sebagai penghuni atau pemakan tumbuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep fitofag sangat relevan. Contohnya, serangga seperti kupu-kupu dan lebah memainkan peran penting sebagai fitofag. Mereka memakan nektar dari bunga dan berperan sebagai penyerbuk tanaman. Dalam kalimat, kita dapat menggunakan kata fitofag sebagai berikut: "Serangga fitofag seperti kupu-kupu dan lebah sangat penting bagi kelestarian alam." Atau, "Tumbuhan fitofag seperti makanan favorit kupu-kupu dan lebah." Dalam budaya Indonesia modern, konsep fitofag juga sangat relevan. Dalam tradisi agraris, komunitas suku adat seringkali memperhatikan ekosistem fitofag untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Mereka memahami bahwa serangga fitofag dapat membantu meningkatkan kualitas tanaman dan mengurangi penggunaan pestisida. Oleh karena itu, fitofag bukan hanya istilah ilmiah, tetapi juga inspirasi dari alam yang dapat membantu kita memahami kompleksitas ekosistem dan meningkatkan kualitas hidup.