Arti Kata "galaba" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "galaba" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

galaba

ga·la·ba(h) a pilu; sedih

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "galaba"

📝 Contoh Penggunaan kata "galaba" dalam Kalimat

1.Dalam suasana malam yang gelap, perasaannya galaba karena kehilangan orang tersayang.
2.Dia merasa galaba ketika harus meninggalkan keluarganya untuk bekerja di luar negeri.
3.Pada malam itu, dia merenung dan merasa galaba karena tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.
4.Ibu galaba melihat anaknya yang sedang patah hati karena tidak dapat ikut ke perayaan ulang tahun temannya.
5.Ketika melihat pemandangan alam yang indah, dia justru merasa galaba karena harus meninggalkannya.

📚 Artikel terkait kata "galaba"

Mengenal Kata 'galaba' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Galaba" - Inspirasi dan Motivasi

Kata galaba memiliki makna yang sangat dalam dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, galaba berarti merasa pilu atau sedih. Kata ini telah ada sejak lama dan sering digunakan dalam konteks sosial dan emosi manusia. Galaba sering dihubungkan dengan perasaan kehilangan atau kehilangan seseorang yang dicintai. Dalam sejarah, kata ini sering digunakan dalam puisi dan lagu untuk mengungkapkan perasaan kehilangan dan kesedihan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata galaba sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Saya masih merasa galaba setelah kehilangan ayah saya" atau "Dia masih merasa galaba setelah pecahnya hubungan dengan pacarnya." Kata ini juga sering digunakan dalam konteks budaya, seperti dalam lagu-lagu atau cerita rakyat. Dalam kehidupan modern, kata galaba masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang yang kehilangan pekerjaan atau mengalami kehilangan dalam hidupnya mungkin merasa galaba dan membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Kata ini juga sering digunakan dalam konteks emosi, seperti dalam perasaan kehilangan atau kehilangan seseorang yang dicintai. Dalam budaya Indonesia, kata galaba masih memiliki makna yang dalam dan sering digunakan dalam berbagai konteks.