Arti Kata "gelibir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gelibir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gelibir

ge·li·bir, meng·ge·li·bir a terkulai krn tebalnya (spt bibir gajah)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gelibir"

📝 Contoh Penggunaan kata "gelibir" dalam Kalimat

1.Sekretaris menggelibir karena terlalu sibuk membawa dokumen penting.
2.Dalam pertunjukan seni rupa, model digelibir dengan teknik cat air yang unik.
3.Bayi baru lahir masih gelibir dan lemah, perlu perawatan yang baik.
4.Penggemar musik klasik sering digelibir oleh kenyamanan mendengarkan lagu-lagu favorit.
5.Setelah mengalami kecelakaan, mobil menggelibir dan sulit ditarik ke tempat parkir.

📚 Artikel terkait kata "gelibir"

Mengenal Kata 'gelibir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gelibir" - Mengenal Makna Lengkap

Sejarah dan Makna Umum

Kata "gelibir" memiliki makna yang khusus dalam bahasa Indonesia, yaitu menggambarkan sesuatu yang tebal atau lembab. Dalam konteks historis, kata ini mungkin dipengaruhi oleh bahasa asing, seperti dari bahasa Belanda atau Portugis. Dalam penggunaan sehari-hari, kata "gelibir" sering digunakan untuk menggambarkan sifat suatu benda atau situasi yang tebal atau lembab.

Contoh Penggunaan Kata "gelibir"

Kata "gelibir" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, jika kamu mengatakan "bibir gajah itu terlihat sangat gelibir", maka itu berarti kamu menyebutkan sifat tebal atau lembab dari bibir gajah. Atau, jika kamu mengatakan "udara di pesisir laut sangat gelibir setelah hujan", maka itu berarti kamu menyebutkan sifat lembab dari udara di pesisir laut. Contoh lainnya, "sayuran yang dipanen terlalu lama menjadi gelibir dan tidak enak dimakan".

Relevansi Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "gelibir" memiliki relevansi yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan sifat suatu benda atau situasi yang tebal atau lembab. Misalnya, jika kamu ingin menggambarkan sifat tebal dari kulit jeruk, kamu dapat mengatakan "kulit jeruk itu sangat gelibir". Atau, jika kamu ingin menggambarkan sifat lembab dari udara, kamu dapat mengatakan "udara di pesisir laut sangat gelibir". Dengan demikian, kata "gelibir" dapat membantu kita untuk lebih efektif dalam menggambarkan sifat-sifat yang kompleks dalam kehidupan sehari-hari.