Arti Kata "ranggung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ranggung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ranggung

1rang·gung a terkangkang (tt kaki);
me·rang·gung v 1 duduk dng lutut terkangkang; 2 membungkukkan badan (spt orang merangkak) dng bertumpu pd tangan dan kaki (tidak pd lutut)

2rang·gung v, me·rang·gung v mencapai dan meraih sesuatu

3rang·gung n gabus pelampung pancing: pandai memainkan -- , ki pandai mencari kesempatan baik

4rang·gung n burung bangau yg jinak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ranggung"

📝 Contoh Penggunaan kata "ranggung" dalam Kalimat

1.Siswa diharapkan dapat meranggung posisi tubuhnya agar dapat melakukan latihan fisik dengan lebih baik.
2.Pada acara budaya, para penari tradisional dapat dilihat meranggung badan mereka dengan lincah.
3.Anak kecil meranggung tubuhnya untuk mencapai buah di pohon yang tinggi.
4.Pada latihan yoga, pelatih meminta siswa untuk meranggung posisi tubuh mereka agar dapat melakukan pose dengan lebih mudah.
5.Di tengah hujan deras, seorang pekerja bangunan meranggung badannya untuk melanjutkan pekerjaannya.

📚 Artikel terkait kata "ranggung"

Mengenal Kata 'ranggung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ranggung" - Inspirasi dan Motivasi

Kata ranggung memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini merujuk pada aksi duduk dengan lutut terkangkang atau membungkukkan badan dengan bertumpu pada tangan dan kaki. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan dalam kegiatan ritual atau upacara adat di mana seseorang harus berbaring atau berjongkok untuk menunjukkan rasa hormat atau kesucian. Kata ranggung juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam kebudayaan kita, banyak hal yang melibatkan aksi membungkukkan badan atau duduk dengan lutut terkangkang sebagai bentuk hormat atau kesopanan. Misalnya, ketika kita menghadapi seorang yang lebih tua atau memiliki kedudukan lebih tinggi, kita sering menggunakan aksi ranggung sebagai bentuk penghormatan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata ranggung dalam kalimat yang alami: * Ibu saya selalu ranggung saat berdoa, menunjukkan rasa hormat dan kesucian. * Ayah saya ranggung saat menerima hadiah dari cucunya, menunjukkan rasa syukur dan kesenangan. * Kami harus ranggung saat menghadapi raja, sebagai bentuk penghormatan dan kesopanan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ranggung tidak hanya digunakan dalam konteks ritual atau upacara adat, tetapi juga dalam interaksi sosial. Dengan menggunakan aksi ranggung, kita dapat menunjukkan rasa hormat, kesopanan, dan kesucian. Namun, dalam konteks modern, kita juga harus memahami bahwa tidak semua situasi memerlukan aksi ranggung, dan kita harus dapat beradaptasi dengan situasi yang berbeda-beda.