Arti Kata "gentrifikasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gentrifikasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gentrifikasi

gen·tri·fi·ka·si /géntrifikasi/ n imigrasi penduduk kelas ekonomi menengah ke wilayah kota yg buruk keadaannya atau yg baru saja diperbaharui dan dipermodern

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gentrifikasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "gentrifikasi" dalam Kalimat

1.gentrifikasi kawasan perkotaan telah mengubah wajah dan karakter masyarakat setempat.
2.Pergeseran penduduk kelas menengah ke daerah kumuh telah menyebabkan gentrifikasi kawasan tersebut.
3.Dalam konteks ekonomi, gentrifikasi berarti peningkatan harga properti dan biaya hidup di kawasan tersebut.
4.Pemerintah harus memahami implikasi gentrifikasi terhadap kehidupan masyarakat yang sudah lama tinggal di kawasan tersebut.
5.gentrifikasi kawasan itu telah mengubah suasana dan kehidupan masyarakat yang hidup di sana sebelumnya.

📚 Artikel terkait kata "gentrifikasi"

Mengenal Kata 'gentrifikasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Gentrifikasi" - Tantangan Urbanisasi di Era Modern

Gentrifikasi adalah salah satu fenomena sosial yang paling kompleks dan menarik dalam konteks urbanisasi modern. Secara etimologis, kata gentrifikasi berasal dari bahasa Inggris, yang berarti imigrasi penduduk kelas ekonomi menengah ke wilayah kota yang buruk keadaannya atau yang baru saja diperbaharui dan dipermodern. Fenomena ini telah berkembang di berbagai kota besar di dunia, termasuk kota-kota besar di Indonesia. Gentrifikasi sering dikaitkan dengan proses perubahan struktural dan sosial yang terjadi dalam suatu komunitas. Awalnya, wilayah yang dipilih oleh penduduk kelas menengah memiliki kondisi yang kurang baik, seperti kekurangan infrastruktur, fasilitas, dan layanan dasar. Namun, setelah mereka mulai bermigrasi, wilayah tersebut mengalami perubahan signifikan, baik dari segi fisik maupun sosial. Fasilitas modern seperti restoran, toko, dan tempat hiburan mulai bermunculan, sehingga meningkatkan kualitas hidup penduduk setempat. Contoh penggunaan kata gentrifikasi dalam kalimat alami adalah: "Gentrifikasi di daerah Cikini, Jakarta, telah menyebabkan peningkatan harga sewa rumah dan meningkatkan kualitas hidup penduduk setempat." Atau, "Gentrifikasi di kota Bandung telah membawa dampak positif bagi ekonomi lokal, tetapi juga meningkatkan kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut." Dalam konteks lain, gentrifikasi juga dapat membawa dampak negatif bagi komunitas lokal, seperti pengusiran penduduk asli dan peningkatan harga hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, gentrifikasi dapat diamati dalam berbagai aspek, mulai dari perubahan fisik suatu wilayah hingga perubahan sosial dan ekonomi yang terkait. Di Indonesia, fenomena ini telah menyebar ke berbagai kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengetahui dampak gentrifikasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat diatasi dan dihindari dalam jangka panjang.