Arti Kata "globalisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "globalisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

globalisme

glo·bal·is·me n paham kebijakan nasional yg memperlakukan seluruh dunia sbg lingkungan yg layak diperhitungkan, terutama untuk bidang ekonomi dan politik: masyarakat dunia kini sedang menghadapi tujuan-tujuan baru, -- yg memukau, tetapi juga mengkhawatirkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "globalisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "globalisme" dalam Kalimat

1.Pemimpin globalisme berusaha memajukan kepentingan nasional dalam skala internasional.
2.Dalam kesempatan konferensi global, para ahli membahas dampak globalisme terhadap ekonomi domestik.
3.globalisme telah mempengaruhi cara kita berpikir dan menghadapi tantangan baru dalam hidup sehari-hari.
4.Para ilmuwan menganalisis hubungan antara globalisme dan kesetaraan sosial dalam masyarakat global.
5.Konsep globalisme telah membawa perubahan besar dalam perilaku konsumen dan preferensi masyarakat global.

📚 Artikel terkait kata "globalisme"

Mengenal Kata 'globalisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Globalisme" - Inspirasi dan Motivasi

Paham globalisme telah menjadi salah satu fenomena yang paling berpengaruh dalam kehidupan modern. Dalam arti resmi, globalisme adalah paham kebijakan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai lingkungan yang layak diperhitungkan, terutama dalam bidang ekonomi dan politik. Sejarah globalisme dimulai pada akhir abad ke-20, ketika teknologi komunikasi dan transportasi berkembang pesat, membuat dunia menjadi lebih terhubung dan interdependen. Pengaruh globalisme sangat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kita membeli suku cadang mobil dari luar negeri, atau ketika kita berinvestasi dalam saham perusahaan internasional. Globalisme juga mempengaruhi cara kita berpikir tentang identitas nasional dan kepentingan global. Dalam konteks ini, globalisme dapat dilihat sebagai sebuah tantangan bagi negara-negara untuk mengadaptasi dengan perubahan global dan memanfaatkan keuntungan yang ada. Dalam budaya Indonesia modern, globalisme telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang Indonesia yang menghadapi tantangan dalam menghadapi globalisme, terutama dalam hal pekerjaan dan kehidupan ekonomi. Namun, globalisme juga dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi banyak orang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam menghadapi tantangan global. Dengan demikian, globalisme dapat menjadi sebuah kekuatan positif yang membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, globalisme juga memiliki sisi negatifnya. Misalnya, ketika perusahaan internasional memutuskan untuk menutup pabrik di Indonesia, atau ketika kebijakan moneter global mempengaruhi harga barang di pasar lokal. Dalam konteks ini, globalisme dapat dilihat sebagai sebuah ancaman bagi kepentingan nasional dan kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memahami dan mengadaptasi dengan globalisme dalam cara yang bijak dan bertanggung jawab.