Arti Kata "guruh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "guruh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

guruh

gu·ruh n suara menggelegar di udara (disebabkan oleh halilintar); guntur;
harapkan -- (guntur) di langit, air di tempayan ditumpahkan, pb mengharapkan sesuatu yg belum tentu, barang yg telah ada dilepaskan; tak ada -- bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta, pb bagi orang yg sangat bodoh pidato yg bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya;
meng·gu·ruh v berbunyi spt guruh: di kejauhan terdengar bunyi mortir-mortir ~ , mendebarkan hati para pengungsi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "guruh"

📝 Contoh Penggunaan kata "guruh" dalam Kalimat

1.Ketika guruh memecahkan langit, cuaca menjadi sangat buruk.
2.Pada malam hari, guruh mengiringi hujan deras yang membuat jalan menjadi berlumpur.
3.Di kejauhan, terdengar bunyi guruh yang membuat hati para pengungsi menjadi berdebar.
4.Saya tak pernah melihat guntur yang begitu kuat di langit, namun suara guruhnya sangat jelas.
5.Dalam kehidupan sehari-hari, guruh dapat menjadi tanda bahwa cuaca akan menjadi lebih buruk.

📚 Artikel terkait kata "guruh"

Mengenal Kata 'guruh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Guruh" - Sumber Inspirasi dan Motivasi

Kata "guruh" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini telah digunakan untuk menggambarkan suara menggelegar di udara yang disebabkan oleh halilintar. Seringkali, suara ini diiringi dengan kilat dan guntur yang menakutkan. Namun, kata "guruh" juga memiliki makna yang lebih filosofis, seperti mengharapkan sesuatu yang belum tentu, atau menumpahkan sesuatu yang telah ada. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "guruh" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, saat melihat kilat dan guntur di langit, kita mungkin berkata, "Tadi malam, saya mengharapkan guruh yang tidak jadi, namun malam ini saya melihatnya." Atau, "Saat mendengar suara guruh, saya merasa takut dan khawatir." Kata "guruh" juga dapat digunakan dalam kalimat yang lebih filosofis, seperti, "Setelah guruh yang dahsyat, saya merasa bahwa kehidupan ini sangat tidak pasti." Kata "guruh" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi yang tidak pasti, seperti perubahan cuaca yang tiba-tiba atau kejadian yang tidak terduga. Dalam situasi seperti itu, kata "guruh" dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk menghadapi tantangan dan mengembangkan kekuatan dalam menghadapi kehidupan.