Arti Kata "habis akal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "habis akal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

habis akal

hilang akal, tidak tahu apa yang harus diperbuat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "habis akal"

📝 Contoh Penggunaan kata "habis akal" dalam Kalimat

1.Dia tampaknya habis akal setelah putusannya itu, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.
2.Guru yang memandu perjalanan itu tampaknya habis akal, sehingga memutuskan untuk terus berjalan ke arah yang salah.
3.Dia mengatakan bahwa ayahnya habis akal karena terlalu banyak meminum minuman keras dan tidak bisa mengurus dirinya sendiri lagi.
4.Pada malam itu, si anak kecil tampaknya habis akal karena terlalu takut akan bayangan yang mengintainya.
5.Pengadilan menemukan bahwa terdakilah habis akal karena tidak bisa menjelaskan alibinya sendiri, sehingga dijatuhi hukuman.

📚 Artikel terkait kata "habis akal"

Mengenal Kata 'habis akal' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "habis akal" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks

Kata "habis akal" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak tahu apa yang harus diperbuat. Dalam arti resmi, "habis akal" berarti hilang akal, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kata ini memiliki akar kata "akal" yang berarti pikiran atau kebijaksanaan. Dalam konteks sosial, "habis akal" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak dapat menyelesaikan masalah atau memecahkan masalah dengan cara yang efektif.

Penggunaan dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "habis akal" digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Saya sudah habis akal, tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan keuangan saya." Atau, "Dia telah habis akal dalam menyelesaikan proyeknya, jadi saya harus membantu dia." Penggunaan kata "habis akal" dalam kalimat seperti ini menunjukkan bahwa kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "habis akal" juga relevan dalam kehidupan sehari-hari karena sering terjadi pada kita ketika kita menghadapi masalah yang kompleks. Dalam budaya Indonesia modern, kata "habis akal" sering digunakan dalam konteks yang tidak serius, seperti dalam percakapan santai atau komedi. Namun, dalam konteks yang lebih serius, kata "habis akal" dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna kata "habis akal" dan menggunakan kata ini dengan tepat dalam konteks yang tepat.