Arti Kata "harta pembujangan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "harta pembujangan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

harta pembujangan

harta bawaan mempelai laki-laki

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "harta pembujangan"

📝 Contoh Penggunaan kata "harta pembujangan" dalam Kalimat

1.Setiap orang memiliki hak atas harta pembujangan yang dibawa oleh suaminya saat menikah.
2.Pernikahan merupakan salah satu cara untuk memperoleh harta pembujangan yang akan digunakan untuk kehidupan bersama.
3.Pada masa lalu, harta pembujangan sering kali digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi keputusan pernikahan.
4.Dalam peradilan, harta pembujangan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam proses perceraian.
5.Dari sudut pandang ekonomi, harta pembujangan dapat menjadi sumber pendapatan bagi keluarga yang membutuhkannya.

📚 Artikel terkait kata "harta pembujangan"

Mengenal Kata 'harta pembujangan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Harta Pembujangan" - Hukum Perkawinan dan Tradisi

Makna dan Konteks

Kata "harta pembujangan" memiliki makna yang spesifik dalam konteks hukum perkawinan di Indonesia. Menurut Undang-Undang Perkawinan 1974, **harta pembujangan** adalah **harta bawaan mempelai laki-laki** yang tetap miliknya setelah menikah. Konsep ini memiliki latar belakang historis dan sosial yang kompleks, terutama dalam konteks perempuan yang menikah dan kehilangan hak atas **harta pembujangan**.

Penggunaan dalam Kalimat

Dalam praktiknya, **harta pembujangan** sering digunakan dalam kalimat seperti: "Mempelai laki-laki harus menyebutkan **harta pembujangan**-nya dalam dokumen perkawinan." atau "Setelah menikah, mempelai laki-laki masih memiliki hak atas **harta pembujangan**-nya." Contoh lain, "**harta pembujangan** diwarisi dari ayahnya dan menjadi miliknya sendiri setelah menikah."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, **harta pembujangan** memiliki relevansi yang signifikan, terutama dalam konteks hukum perkawinan dan keuangan. Dengan memahami konsep **harta pembujangan**, seseorang dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memahami hak dan kewajibannya dalam perkawinan. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks **harta pembujangan** dalam konteks hukum dan kehidupan sehari-hari.