Arti Kata "hemofilia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hemofilia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hemofilia

he·mo·fi·lia /hémofilia/ n Dok penyakit yg darah penderitanya cenderung tidak mau membeku sehingga akan terus-menerus mengalir apabila penderita terluka (kelainan ini biasanya bersifat turun-temurun)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hemofilia"

📝 Contoh Penggunaan kata "hemofilia" dalam Kalimat

1.Pasien hemofilia perlu menghindari aktivitas yang berisiko besar mengalami luka terbuka.
2.Penelitian tentang hemofilia telah menemukan beberapa gen yang terkait dengan kondisi ini.
3.Dia memiliki keluarga besar yang banyak menderita hemofilia, sehingga mereka harus mengambil langkah-langkah pencegahan.
4.Pengobatan hemofilia modern telah meningkatkan kualitas hidup penderita, tetapi masih memerlukan perawatan intensif.
5.Karena kondisi hemofilia membuatnya lebih rentan terhadap infeksi, ia harus selalu memperhatikan kebersihan tubuhnya.

📚 Artikel terkait kata "hemofilia"

Mengenal Kata 'hemofilia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hemofilia" - Dok Penyakit Darah yang Tidak Mau Membeku

Kata "hemofilia" mungkin asing bagi sebagian orang, tetapi sebenarnya sudah ada sejak lama dalam kamus bahasa Indonesia. Dok penyakit ini memiliki makna yang sangat penting dalam dunia medis, terutama dalam konteks genetik dan ereditas. Kata hemofilia berasal dari kata "hemo-" yang berarti darah dan "-filia" yang berarti kecenderungan atau kebiasaan. Dengan demikian, kata hemofilia dapat diartikan sebagai dok penyakit yang berhubungan dengan kondisi darah. Penggunaan kata hemofilia telah tercatat dalam sejarah medis Indonesia sejak awal abad ke-20. Dok penyakit ini ditemukan pada pria yang memiliki kelainan darah yang cenderung tidak mau membeku, sehingga akan terus-menerus mengalir apabila penderita terluka. Kelainan ini biasanya bersifat turun-temurun, sehingga dapat menimbulkan ketakutan pada keluarga yang mengalami penyakit ini. Dalam kehidupan sehari-hari, kata hemofilia sering digunakan dalam konteks medis dan sosial. Misalnya, "Penderita hemofilia harus dijaga dengan baik agar tidak terluka" atau "Hemofilia adalah salah satu penyakit darah yang paling berat di dunia". Bahkan, kata ini juga digunakan dalam konteks budaya Indonesia modern, seperti dalam konteks olahraga atau kegiatan fisik yang memerlukan perhatian khusus terhadap kondisi darah. Kata "hemofilia" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks budaya Indonesia modern. Dok penyakit ini dapat menimbulkan ketakutan pada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin memahami kondisi darah dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan.