Arti Kata "henoteisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "henoteisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

henoteisme

he·no·te·is·me /hénotéisme/ n Antr keyakinan kpd satu Tuhan tanpa mengingkari adanya dewa lain dan makhluk halus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "henoteisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "henoteisme" dalam Kalimat

1.Dalam agama Yunani kuno, henoteisme telah berkembang sebagai keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan.
2.Sejarah agama membuktikan bahwa henoteisme merupakan tahap penting dalam pengembangan agama-agama kuno.
3.Gagasan henoteisme masih relevan di zaman modern, terutama dalam konteks spiritualitas pribadi.
4.Pengakuan adanya satu Tuhan tanpa meninggalkan kepercayaan pada dewa-dewa lain menunjukkan aspek henoteisme dalam agama-agama tertentu.
5.Dalam konteks ilmu pengetahuan, penelitian tentang henoteisme memberikan gambaran tentang perkembangan agama-agama kuno.

📚 Artikel terkait kata "henoteisme"

Mengenal Kata 'henoteisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Henoteisme" - Paham Agama yang Unik

Henoteisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keyakinan adanya satu Tuhan yang utama, tetapi tidak meniadakan adanya dewa-dewa lainnya. Dalam konteks sejarah, henoteisme muncul di berbagai budaya dan agama di dunia, termasuk di Mesir kuno dan Yunani kuno. Istilah ini pertama kali digunakan oleh ahli linguistik dan sejarah untuk menggambarkan sistem kepercayaan yang unik ini. Henoteisme memiliki makna yang lebih luas daripada monoteisme, karena tidak menolak adanya keberadaan dewa-dewa lainnya. Hal ini berbeda dengan monoteisme, yang menekankan keberadaan satu Tuhan yang tunggal dan utama. Dengan kata lain, henoteisme lebih fokus pada hubungan antara manusia dan Tuhan, daripada pada jumlah dewa-dewa yang ada. Berikut beberapa contoh penggunaan kata henoteisme dalam kalimat yang alami: * Keyakinan henoteisme masih hidup di beberapa budaya di dunia, meskipun sudah digantikan oleh agama-agama modern. * Henoteisme mengakibatkan berbagai bentuk kepercayaan dan praktik agama yang unik dan kompleks. * Dalam sejarah, henoteisme telah memainkan peran penting dalam perkembangan agama-agama besar di dunia. Henoteisme memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Banyak masyarakat Indonesia yang masih memeluk kepercayaan henoteisme, meskipun sudah mengenal agama-agama besar seperti Islam, Kristen, dan Hindu. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menghargai keberadaan henoteisme dalam budaya dan sejarah Indonesia. Dengan demikian, kita dapat menghormati keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia.