Arti Kata "jumbai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jumbai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jumbai

jum·bai n rumbai;
jum·bai-jum·bai n rumbai-rumbai (pd tepi selendang dsb);
ber·jum·bai v bergantung ujungnya; berjurai: daun-daun itu tampak ~;
ber·jum·bai-jum·bai a berumbai-rumbai; berjurai-jurai; bergantung ujungnya;
ber·jum·bai·an v bergantungan ujungnya; berumbaian; berjuraian;
men·jum·bai v menggantung ke bawah: kiai itu beserban putih yg ~ pd pundaknya;
ter·jum·bai a bergantungan ujungnya: ekornya panjang ~

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jumbai"

📝 Contoh Penggunaan kata "jumbai" dalam Kalimat

1.Daun-daun itu tampak bergantung ujungnya di atas tumpukan kayu.
2.Pada hari raya Idul Fitri, banyak jamaah yang berbaris dengan selendang bergantung ujungnya.
3.Mengamati ekornya, saya menyimpulkan bahwa burung itu sangat berjurai.
4.Pemandangan kota di malam hari memang sangat berjumbai, dengan lampu-lampu berkelap-kelip di sepanjang jalan.
5.Dia mengenakan beserban putih yang beserban putih yang menggantung ke bawah dengan bangga.

📚 Artikel terkait kata "jumbai"

Mengenal Kata 'jumbai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jumbai" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jumbai" memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan sisi atau rumbai dari sesuatu, seperti selendang atau kain. Namun, makna ini juga dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan, seperti keindahan alam atau struktur sosial. Dalam konteks sosial, kata "jumbai" juga dapat digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang bergantung pada orang lain atau memiliki hubungan yang tidak stabil. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "jumbai" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "daun-daun itu tampak jumbai" untuk menggambarkan daun-daun yang bergantung dari cabang pohon. Atau, "kiai itu beserban putih jumbai pd pundaknya" untuk menggambarkan seorang kiai yang mengenakan serban putih dengan gaya bergantung. Contoh lainnya adalah "ekornya panjang jumbai" untuk menggambarkan seekor hewan yang memiliki ekor panjang. Kata "jumbai" juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam budaya kita, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan keindahan alam atau struktur sosial. Misalnya, "pemandangan pantai yang indah jumbai ke pantai" untuk menggambarkan keindahan alam yang menakjubkan. Atau, "struktur masyarakat yang jumbai pada kepemimpinan" untuk menggambarkan struktur sosial yang kompleks. Dengan demikian, kata "jumbai" dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menggambarkan keindahan alam dan struktur sosial yang kompleks.