Arti Kata "mangkir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mangkir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mangkir

mang·kir a cak tidak datang (ke sekolah, ke tempat kerja, dsb); absen: karyawan itu -- dua hari krn anaknya sakit; muridnya tidak ada yg --;
pe·mang·kir n orang yg mangkir: aku merasa diriku spt seorang - krn tidak hadir pd rapat itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mangkir"

📝 Contoh Penggunaan kata "mangkir" dalam Kalimat

1.Muridnya tidak ada yang mangkir karena sedang libur akhir tahun.
2.Karyawan itu mangkir dua hari karena anaknya sakit.
3.Aku merasa diriku seperti seorang mangkir karena tidak hadir pada rapat itu.
4.Pengajar selalu menegur siswa yang mangkir tanpa alasan yang jelas.
5.Pengadilan akan menindak orang yang mangkir dari tanggung jawab sosial.

📚 Artikel terkait kata "mangkir"

Mengenal Kata 'mangkir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal "Mangkir" dalam Bahasa Indonesia

Belakangan ini, kata "mangkir" sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sekolah dan tempat kerja. Namun, apakah kamu tahu apa itu "mangkir" secara historis dan maknanya dalam bahasa Indonesia?

"Mangkir" secara resmi bermakna tidak datang (ke sekolah, ke tempat kerja, dsb), atau absen. Dalam konteks historis, kata ini muncul dalam bahasa Indonesia pada abad ke-19, ketika sistem pendidikan dan pekerjaan mulai berkembang di tanah air. Pada waktu itu, "mangkir" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak hadir di sekolah atau tempat kerja tanpa alasan yang jelas.

Contoh Penggunaan "Mangkir" dalam Kalimat

Contoh penggunaan "mangkir" dalam kalimat yang alami adalah:

"Karyawan itu mangkir dua hari karena anaknya sakit."

"Muridnya tidak ada yang mangkir, jadi guru dapat melanjutkan pelajaran seperti biasanya."

"Aku merasa diriku seperti seorang mangkir karena tidak hadir di rapat itu, padahal aku tahu pentingnya kehadiran."

Relevansi "Mangkir" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Di era modern ini, "mangkir" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sekolah dan tempat kerja. Dengan adanya teknologi, pekerjaan dapat dilakukan secara daring, namun tidak berarti kita dapat "mangkir" dengan mudah. Di sisi lain, "mangkir" juga dapat menggambarkan sikap tidak peduli atau tidak bertanggung jawab terhadap kewajiban atau komitmen yang telah diambil.

Secara keseluruhan, "mangkir" adalah kata yang penting dalam bahasa Indonesia, karena menggambarkan aspek-aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti kehadiran, tanggung jawab, dan komitmen.