Arti Kata "individualisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "individualisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

individualisme

in·di·vi·du·al·is·me n 1 paham yg menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan (kesanggupan dan kebu-tuhannya tidak boleh disamaratakan); 2 paham yg meng-hendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yg mementingkan hak per-seorangan di samping kepentingan masyarakat atau negara; 3 paham yg menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting dp orang lain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "individualisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "individualisme" dalam Kalimat

1.Dalam konteks sejarah, individualisme merupakan salah satu aspek penting dalam peradaban Barat modern.
2.Pendidikan individualistik biasanya menekankan pada pengembangan potensi individu.
3.Dalam kaitannya dengan ekonomi, individualisme dapat meningkatkan inovasi dan kreativitas.
4.Konsep individualisme sering dianggap sebagai sumber kebebasan dan kemajuan sosial.
5.Perdebatan mengenai individualisme dan kolektivisme terus berlanjut dalam kalangan filsuf dan sosiolog.

📚 Artikel terkait kata "individualisme"

Mengenal Kata 'individualisme' - Inspirasi dan Motivasi

Individuisme: Paham yang Memprioritaskan Hak Perseorangan

Paham individualisme telah lama berkembang di berbagai budaya, termasuk di Indonesia. Dalam arti resmi, individualisme adalah paham yang menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan, serta mementingkan hak perseorangan di samping kepentingan masyarakat atau negara. Konsep ini memiliki latar belakang historis yang panjang, terutama pada zaman Renaisans di Eropa, di mana individu mulai memperoleh hak-hak dan kebebasan yang lebih luas. Dalam kehidupan sehari-hari, individualisme dapat dilihat dalam berbagai aspek. Sebagai contoh, seseorang mungkin memilih untuk bekerja di luar negeri untuk meningkatkan karir dan penghasilannya, meskipun harus meninggalkan keluarga dan teman-teman. Dalam kalimat lain, seorang ibu mungkin memutuskan untuk tidak bekerja secara penuh waktu untuk memperhatikan anak-anaknya. Dalam kedua contoh tersebut, individuisme memainkan peran penting dalam keputusan-keputusan tersebut. Dalam budaya Indonesia modern, individualisme telah berkembang pesat. Banyak orang Indonesia telah mengembangkan kebebasan berpikir dan bertindak, termasuk dalam hal pilihan karir, hubungan pribadi, dan kebutuhan hidup. Namun, individuisme juga dapat memiliki implikasi yang lebih luas, seperti meningkatkan konsumsi dan meningkatkan perbedaan sosial ekonomi. Sebagai contoh, masyarakat Indonesia yang lebih miskin mungkin tidak memiliki akses yang sama ke fasilitas dan layanan yang lebih baik seperti yang dimiliki oleh orang-orang yang lebih kaya. Dalam hal ini, individuisme harus seimbang dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.