Arti Kata "individualistis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "individualistis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

individualistis

in·di·vi·du·a·lis·tis a sesuai dng kehendak individualis; ber-sifat individualis

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "individualistis"

📝 Contoh Penggunaan kata "individualistis" dalam Kalimat

1.Orang yang memiliki prinsip individualistis cenderung tidak terpengaruh oleh pendapat orang lain.
2.Kultur individualistis di Amerika Serikat sangat berpengaruh pada cara orang-orang berinteraksi.
3.Pernyataan yang individualistis cenderung menekankan kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat.
4.Sikap individualistis seringkali menyebabkan orang-orang sulit bekerja sama dalam tim.
5.Pendidikan yang individualistis dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk bekerja sama dengan orang lain.

📚 Artikel terkait kata "individualistis"

Mengenal Kata 'individualistis' - Inspirasi dan Motivasi

Individualistis: Konsep yang Memenangkan Hati

Kata individualistis merujuk pada sifat atau sikap seseorang yang mengutamakan kepentingan dan kebebasan individu daripada kepentingan kelompok atau masyarakat. Konsep ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno, tetapi menjadi populer pada Abad Pertengahan di Eropa. Pada saat itu, individu mulai menginginkan hak-hak dan kebebasan yang lebih besar, sehingga menggantikan sistem feodalisme yang kaku. Konsep individualistis ini kemudian berkembang menjadi gerakan yang meluas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Berikut beberapa contoh penggunaan kata individualistis dalam kalimat yang alami: - Dia memiliki sifat individualistis yang kuat, sehingga sering kali membuat keputusan sendiri. - Gerakan individualistis yang muncul pada abad ke-19 berusaha menggantikan sistem sosial yang kaku dengan kebebasan individu. - Dalam masyarakat modern, banyak orang yang menganggap individualistis sebagai nilai-nilai yang positif, karena memungkinkan mereka untuk mencapai tujuan dan keinginan mereka sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep individualistis memiliki relevansi yang besar. Masyarakat modern di Indonesia, misalnya, sering kali mengutamakan kebebasan individu daripada kepentingan kelompok. Banyak orang yang memilih untuk hidup sendiri, berdasarkan kepentingan dan keinginan mereka sendiri. Hal ini dapat dilihat dalam pola hidup seseorang, termasuk dalam pilihan karir, hubungan, dan keuangan. Dalam konteks ini, individualistis menjadi nilai-nilai yang penting dalam kehidupan sehari-hari.