Arti Kata "infiltrasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "infiltrasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

infiltrasi

in·fil·tra·si n penyusupan; perembesan; campur tangan: -- negara luar tidak dibenarkan oleh PBB;
ber·in·fil·tra·si v melakukan penyusupan: mereka ~ ke daerah musuh;
meng·in·fil·tra·si v berinfiltrasi;
meng·in·fil·tra·si·kan v menyusupkan: partai berhaluan kiri ~ kadernya ke semua organisasi massa dan partai politik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "infiltrasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "infiltrasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah tidak boleh mengizinkan infiltrasi negara luar ke dalam wilayah negara.
2.Pengusaha tersebut melakukan infiltrasi ke dalam perusahaan pesaing dengan menggunakan data rahasia.
3.Pengaruh negatif media sosial dapat menyebabkan infiltrasi nilai-nilai negatif ke dalam diri remaja.
4.Pembangunan infrastruktur di pedalaman dapat mengalami infiltrasi tanah liat yang menyebabkan kerusakan jalan.
5.Penggunaan teknologi canggih dapat mengurangi infiltrasi air ke dalam sistem air bersih.

📚 Artikel terkait kata "infiltrasi"

Mengenal Kata 'infiltrasi' - Inspirasi dan Motivasi

Penyusupan dan Perembesan: Makna dan Konteks Infiltrasi

Infiltrasi adalah kata yang memiliki makna umum tentang penyusupan atau perembesan ke dalam suatu sistem, organisasi, atau kelompok. Dalam konteks historis, infiltrasi sering digunakan untuk menggambarkan campur tangan negara luar yang tidak diizinkan oleh PBB. Namun, dalam konteks sosial, infiltrasi lebih sering digunakan untuk menggambarkan proses penyusupan ke dalam suatu sistem atau kelompok dengan tujuan tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, infiltrasi sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks politik, partai berhaluan kiri mungkin melakukan infiltrasi dengan menyusupkan kadernya ke dalam organisasi massa dan partai politik lainnya. Dalam konteks ekonomi, perusahaan swasta mungkin melakukan infiltrasi ke dalam pasar yang dominan oleh perusahaan nasional. Dalam konteks sosial, kelompok tertentu mungkin melakukan infiltrasi ke dalam komunitas lain dengan tujuan untuk mempengaruhi atau mengubah kebiasaan dan nilai-nilai mereka. Dalam budaya Indonesia modern, infiltrasi sering digunakan untuk menggambarkan proses penyusupan ke dalam suatu sistem atau kelompok dengan tujuan tertentu. Misalnya, dalam konteks media sosial, pengguna mungkin melakukan infiltrasi ke dalam komunitas online dengan tujuan untuk mempengaruhi atau mengubah opini dan pendapat orang lain. Dalam konteks pendidikan, mahasiswa mungkin melakukan infiltrasi ke dalam organisasi mahasiswa lain dengan tujuan untuk mempengaruhi atau mengubah kebijakan dan keputusan mereka. Dalam konteks bisnis, perusahaan mungkin melakukan infiltrasi ke dalam pasar yang dominan oleh perusahaan lain dengan tujuan untuk mempengaruhi atau mengubah kebijakan dan keputusan mereka.