Arti Kata "isokronisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "isokronisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

isokronisme

iso·kro·nis·me n Ling ciri bahasa bertempo tekanan yg memiliki suku bertekanan dng jarak waktu yg lebih kurang sama, dng akibat suku tak bertekanan berkurang temponya sejalan dng banyaknya yg terdapat di antara dua suku ber-tekanan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "isokronisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "isokronisme" dalam Kalimat

1.Bahasa Indonesia memiliki ciri isokronisme yang unik dalam pengucapan suku kata.
2.Dalam bahasa Indonesia, pengucapan suku kata dengan isokronisme sangat penting dalam pertemuan resmi.
3.Ketika berbicara, Anda perlu memperhatikan isokronisme untuk menyampaikan pesan dengan efektif.
4.Di sekolah, murid diberi pelajaran tentang isokronisme untuk memahami struktur bahasa Indonesia.
5.Penelitian tentang isokronisme di Indonesia menunjukkan variasi yang signifikan di berbagai daerah.

📚 Artikel terkait kata "isokronisme"

Mengenal Kata 'isokronisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Isokronisme" - Ciri Khas Bahasa yang Menyenangkan

Isokronisme adalah istilah yang digunakan dalam lingusitik untuk menggambarkan ciri bahasa yang memiliki suku bertekanan dengan jarak waktu yang relatif sama. Dengan kata lain, isokronisme adalah ciri bahasa yang membuat kita dapat merasakan ritme atau tempo yang sama ketika mengucapkan kalimat atau kata-kata tertentu. Konsep ini telah dikembangkan sejak abad ke-19 oleh ahli bahasa seperti Hermann Paul, dan telah menjadi topik penting dalam studinya.

Contoh Penggunaan Kata Isokronisme dalam Bahasa Indonesia

Contoh pertama adalah dalam kalimat: "Aku pergi ke toko, beli baju baru, dan pulang ke rumah". Dalam kalimat ini, kita dapat merasakan isokronisme ketika mengucapkan kata-kata bertekanan seperti "pergi", "beli", dan "pulang". Isokronisme ini membuat kita merasakan ritme yang sama ketika mengucapkan kalimat tersebut. Contoh kedua adalah dalam kalimat: "Saya dan teman saya pergi ke pantai, berenang, dan menikmati matahari terbenam". Dalam kalimat ini, kita dapat merasakan isokronisme ketika mengucapkan kata-kata bertekanan seperti "pergi", "berenang", dan "menikmati". Contoh ketiga adalah dalam kalimat: "Aku mencari informasi tentang isokronisme, dan menemukan bahwa konsep ini telah digunakan dalam berbagai bahasa". Dalam kalimat ini, kita dapat merasakan isokronisme ketika mengucapkan kata-kata bertekanan seperti "mencari", "menemukan", dan "digunakan".

Relevansi Isokronisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Isokronisme bukan hanya ciri bahasa yang menarik, tetapi juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita berbicara dengan orang lain, kita seringkali menggunakan isokronisme untuk membuat komunikasi menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Misalnya, ketika kita berbicara dengan teman, kita dapat menggunakan isokronisme untuk membuat kalimat menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Dalam budaya Indonesia modern, isokronisme juga memiliki peran penting dalam seni dan hiburan. Misalnya, dalam lagu atau musik, isokronisme digunakan untuk membuat ritme yang menarik dan menyenangkan. Dalam teater atau sandiwara, isokronisme digunakan untuk membuat dialog menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa isokronisme bukan hanya ciri bahasa yang menarik, tetapi juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.