Arti Kata "jamrah wusta" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jamrah wusta" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jamrah wusta

jamrah pertengahan (yang kedua) di antara jamrah ula dan aqabah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jamrah wusta"

📝 Contoh Penggunaan kata "jamrah wusta" dalam Kalimat

1.Saat melaksanakan ritual haji, masyarakat harus melemparkan pebbles ke jamrah wusta sebagai bagian dari ibadah.
2.Dalam tradisi Islam, jamrah wusta menjadi salah satu tempat yang sangat penting dalam perjalanan haji.
3.Pada hari ke-8, umat Islam melakukan ritual melemparkan pebbles ke jamrah wusta sebagai bentuk pengharapan dan permohonan.
4.Ritual melemparkan pebbles ke jamrah wusta dianggap sebagai bagian dari keimanan dan kesetiaan kepada Allah SWT.
5.Dalam perjalanan haji, masyarakat harus melewati beberapa tempat suci, termasuk jamrah wusta, yang memiliki makna dan hikmah yang mendalam.

📚 Artikel terkait kata "jamrah wusta"

Mengenal Kata 'jamrah wusta' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jamrah wusta" - Inspirasi dan Motivasi

Konteks dan Makna Jamrah Wusta

Kata "jamrah wusta" memiliki makna resmi dalam bahasa Indonesia sebagai "jamrah pertengahan (yang kedua) di antara jamrah ula dan aqabah". Istilah ini berasal dari tradisi Islam, yang terkait dengan prosesi haji di Makkah. Dalam konteks ini, jamrah wusta merupakan salah satu tempat penting yang harus dikunjungi oleh peziarah haji. Prosesi ini melibatkan pengerahan batu ke arah jamrah wusta, sebagai bentuk pengorbanan dan pembersihan diri.

Penggunaan Jamrah Wusta dalam Kalimat

Dalam kalimat sehari-hari, kata "jamrah wusta" dapat digunakan dengan konteks yang relevan. Misalnya, "Saya akan melakukan pengerahan batu ke jamrah wusta sebagai bagian dari ritual haji". Kalimat ini menjelaskan bahwa prosesi pengerahan batu dilakukan ke arah jamrah wusta sebagai bagian dari kegiatan haji. Contoh lain, "Jamrah wusta merupakan salah satu tempat penting dalam prosesi haji yang harus dikunjungi oleh peziarah". Kalimat ini menjelaskan kembali pentingnya jamrah wusta dalam prosesi haji.

Relevansi Jamrah Wusta dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meskipun kata "jamrah wusta" memiliki konteks yang spesifik dalam tradisi Islam, namun masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata "jamrah wusta" dapat digunakan sebagai inspirasi untuk melakukan perubahan diri. Misalnya, "Saya akan melakukan perubahan diri sekarang juga, seperti pengerahan batu ke jamrah wusta, sebagai bentuk pengorbanan dan pembersihan diri". Kalimat ini menjelaskan bahwa perubahan diri dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, seperti pengerahan batu ke arah jamrah wusta.