Arti Kata "sakap" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sakap" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sakap

sa·kap v, me·nya·kap v menggarap tanah atas dasar bagi hasil: sudah sepuluh tahun petani itu - sawah tetangganya;
sa·kap·an n 1 garapan: - sawahnya hanya seluas dua hektar; 2 bagian hasil (dr tanah garapan): setiap kali panen petani itu memperoleh separuh dr -;
pe·nya·kap n orang yg menggarap tanah atas dasar bagi hasil

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sakap"

📝 Contoh Penggunaan kata "sakap" dalam Kalimat

1.Petani itu bekerja sebagai penyakap di sawah milik tuannya.
2.Pernah suatu kali saya melihat seorang anak kecil yang menyakap tanah di kebunnya.
3.Penyakap tanah biasanya bekerja dengan sistem bagi hasil yang adil.
4.Pak Tumenggung memiliki banyak lahan yang disakap oleh para petani setiap tahun.
5.Peternakan sapi di daerah itu menjadi salah satu penyakap terbesar di daerah tersebut.

📚 Artikel terkait kata "sakap"

Mengenal Kata 'sakap' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sakap" - Inspirasi dan Motivasi

Kata sakap adalah istilah yang digunakan dalam konteks kehidupan agraris di Indonesia, terutama pada masa lalu. Makna umum dari kata ini adalah menggarap tanah atas dasar bagi hasil. Dalam konteks ini, petani yang menggarap tanah akan memperoleh bagian hasil dari tanah yang mereka garap. Sejarahnya, sistem sakap ini telah berlangsung lama dan masih banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kata sakap sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, dalam kalimat "Petani itu sudah sepuluh tahun menggarap sawah atas dasar sakap", kata sakap digunakan untuk menggambarkan sistem garapan tanah yang dilakukan oleh petani tersebut. Contoh lainnya adalah dalam kalimat "Sawahnya hanya seluas dua hektar, tapi hasil sakap-nya cukup baik", kata sakap digunakan untuk menggambarkan bagian hasil yang diperoleh oleh petani dari tanah yang mereka garap. Relevansi kata sakap dalam kehidupan modern masih cukup signifikan. Meskipun sistem sakap tidak lagi dominan dalam kehidupan agraris, konsepnya masih digunakan dalam berbagai konteks lainnya. Misalnya, dalam konteks bisnis, kata sakap dapat digunakan untuk menggambarkan sistem kerja sama antara dua atau lebih pihak yang berbagi hasil dari suatu usaha. Dalam konteks sosial, kata sakap dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan antara petani dan pemilik tanah yang berdasarkan pada sistem garapan tanah atas dasar bagi hasil.