Arti Kata "jero" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jero" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jero

je·ro Bl n tempat tinggal untuk kasta kesatria yg tidak memegang pemerintahan secara langsung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jero"

📝 Contoh Penggunaan kata "jero" dalam Kalimat

1.Dalam sejarah Jawa, kerajaan memiliki istana jero sebagai tempat pusat pemerintahan.
2.Pada masa kolonial, Belanda membangun jero sebagai tempat tinggal mereka di Indonesia.
3.Di daerah pedesaan, istilah jero digunakan untuk menyebut rumah adat atau rumah tradisional.
4.Kerajaan Majapahit memiliki jero yang indah dan megah sebagai pusat pemerintahannya.
5.Di universitas, mahasiswa seringkali membangun jero sebagai tempat untuk belajar dan berdiskusi.

📚 Artikel terkait kata "jero"

Mengenal Kata 'jero' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jero" - Inspirasi dari Kasta Kesatria

Kata "jero" memiliki makna yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, jero merujuk pada tempat tinggal untuk kasta kesatria yang tidak memegang pemerintahan secara langsung. Konsep ini berasal dari masa lalu, ketika masyarakat Indonesia dibagi menjadi beberapa kasta, termasuk kesatria, brahmana, dan waisya. Dalam konteks sejarah, kasta kesatria memiliki peran penting dalam masyarakat, tetapi tidak semua kesatria memegang pemerintahan secara langsung. Mereka yang tidak memiliki posisi pemerintahan tinggi biasanya tinggal di jero dan menjalani kehidupan yang lebih sederhana. Konsep ini menunjukkan perbedaan strata sosial dalam masyarakat yang pernah ada di Indonesia. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "jero" dalam kalimat yang alami: - "Di masa lalu, kesatria yang tidak memegang pemerintahan tinggi tinggal di jero dan menjalani kehidupan yang lebih sederhana." - "Kastanya adalah seorang kesatria yang tinggal di jero dan tidak memiliki posisi pemerintahan tinggi." - "Mereka yang tinggal di jero memiliki kehidupan yang lebih sederhana dan tidak memiliki kekuasaan politik." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "jero" tidak lagi digunakan sebagai istilah resmi, tetapi konsepnya masih relevan dalam konteks budaya Indonesia modern. Kami dapat melihat perbedaan strata sosial dalam masyarakat yang masih ada hingga saat ini, meskipun tidak lagi dibagi menjadi kasta seperti masa lalu. Konsep jero masih dapat digunakan sebagai inspirasi untuk memahami perbedaan strata sosial dalam masyarakat dan menghargai kehidupan yang lebih sederhana.