Arti Kata "tujuh bulan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tujuh bulan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tujuh bulan

tu·juh bu·lan, me·nu·juh bu·lan v mengadakan upacara (selamatan dsb) pd saat seorang ibu mengandung tujuh bulan;
me·nu·juh·bu·lani v mengupacarai (dng selamatan dsb) seorang ibu yg mengandung tujuh bulan;
tu·juh bu·lan·an n upacara (selamatan) untuk ibu yg mengandung tujuh bulan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tujuh bulan"

📝 Contoh Penggunaan kata "tujuh bulan" dalam Kalimat

1.Di tengah musim hujan, keluarga kami akan mengadakan upacara tujuh bulan untuk ibu saya.
2.Pada hari itu, seluruh keluarga berkumpul untuk mengupacarai ibu saya yang sedang mengandung tujuh bulan.
3.Upacara tujuh bulan adalah tradisi keluarga kami yang dianggap sakral dan berharga.
4.Dalam pendidikan, anak-anak belajar tentang makna dan sejarah upacara tujuh bulan dalam kebudayaan Indonesia.
5.Selamatan tujuh bulan diadakan di rumah ibu saya, dihiasi dengan bunga dan bendera merah putih untuk menandakan hari yang spesial ini.

📚 Artikel terkait kata "tujuh bulan"

Mengenal Kata 'tujuh bulan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tujuh Bulan" - Tradisi Selamatan Ibu Hamil

Pada masa lampau, masyarakat Indonesia memiliki tradisi khusus untuk menyambut kelahiran seorang anak. Salah satu tradisi tersebut adalah upacara tujuh bulan, yaitu upacara selamatan untuk ibu yang mengandung tujuh bulan. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh keluarga dan kerabat, sebagai tanda rasa syukur dan pengharapan akan kelahiran anak yang sehat dan bahagia. Dalam konteks budaya Indonesia, tujuh bulan memiliki makna yang khusus. Ibu yang mengandung tujuh bulan dianggap telah mencapai tahap kehamilan yang stabil, dan kemungkinan besar akan melahirkan anak yang sehat. Oleh karena itu, upacara tujuh bulan dipandang sebagai momentum yang tepat untuk bersyukur dan berdoa agar kelahiran anak tersebut berjalan lancar. Penggunaan kata "tujuh bulan" dapat dilihat dalam beberapa kalimat yang alami, seperti: - "Kami akan mengadakan upacara tujuh bulan untuk ibu saya, karena sudah mengandung tujuh bulan." - "Upacara tujuh bulan adalah tradisi keluarga kami yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun." - "Kami sangat berharap upacara tujuh bulan ini akan menjadi pilihan yang tepat untuk menyambut kelahiran anak kami." Dalam kehidupan sehari-hari, upacara tujuh bulan masih menjadi tradisi yang relevan di Indonesia. Banyak keluarga yang masih melaksanakan upacara ini, sebagai tanda rasa syukur dan pengharapan akan kelahiran anak yang sehat dan bahagia. Oleh karena itu, kata "tujuh bulan" masih memiliki makna yang khusus dalam budaya Indonesia.