Arti Kata "jobong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jobong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jobong

jo·bong Jk n pelacur; perempuan piaraan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jobong"

📝 Contoh Penggunaan kata "jobong" dalam Kalimat

1.Pengacara tersebut sering membawa jobong ke dalam kantor sebagai pemandu.
2.Dalam sejarah, perempuan yang menjadi jobong sering menghadapi masalah sosial.
3.Mereka harus berhati-hati dalam memilih pekerjaan sebagai jobong karena reputasinya.
4.Dalam budaya lama, jobong dianggap sebagai simbol kekuasaan dan kemewahan.
5.Pengajar tersebut berusaha mendidik anak didiknya agar tidak menjadi jobong di masa depan.

📚 Artikel terkait kata "jobong"

Mengenal Kata 'jobong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jobong" - Pelacur yang Terhormat dalam Sejarah

Pada zaman dahulu, istilah jobong digunakan untuk menggambarkan seorang perempuan yang bekerja sebagai pelacur atau perempuan piaraan. Kata ini memiliki makna yang kompleks dan terkait erat dengan budaya dan sejarah Indonesia. Dalam konteks sosial, jobong sering diidentikkan dengan status sosial yang rendah, tetapi pada saat yang sama, mereka juga dihormati karena peran mereka dalam masyarakat. Dalam beberapa kalimat, kita dapat melihat penggunaan kata jobong dalam konteks yang berbeda. Misalnya, "Perempuan itu dikenal sebagai jobong yang sakti, banyak orang yang datang kepadanya untuk mencari kesenangan." Atau, "Ia bekerja sebagai jobong di sebuah tempat pelacuran di kota besar." Contoh lainnya adalah, "Seorang jobong yang paling populer di kota itu, ia memiliki banyak pelanggan." Penggunaan kata jobong dalam kehidupan sehari-hari masih relevan hingga hari ini, terutama dalam konteks budaya dan sejarah Indonesia. Mereka sering dianggap sebagai pelacur yang terhormat, karena peran mereka dalam masyarakat. Dalam beberapa kasus, jobong juga dihormati karena kemampuan mereka dalam menyenangkan pelanggan. Namun, perlu diingat bahwa status sosial mereka masih dianggap rendah oleh masyarakat.