Arti Kata "jual koyok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jual koyok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jual koyok

berpidato atau beromong besar tentang hal-hal yang kosong belaka

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jual koyok"

📝 Contoh Penggunaan kata "jual koyok" dalam Kalimat

1.Di pertemuan bisnis, dia jual koyok tentang strategi pemasaran baru perusahaan.
2.Dia dikenal sebagai orang yang suka jual koyok tentang teori ekonomi yang tidak terbukti.
3.Dalam kisahnya, dia jual koyok tentang kekuatan impiannya untuk menjadi seorang penulis sukses.
4.Guru jual koyok tentang pentingnya belajar bahasa Inggris dalam menghadapi zaman global.
5.Dalam kampanye politik, dia jual koyok tentang janji-janji pemerintahan yang belum terwujud.

📚 Artikel terkait kata "jual koyok"

Mengenal Kata 'jual koyok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jual Koyok" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jual koyok" seringkali digunakan dalam konteks bahasa sehari-hari di Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki makna "berpidato atau beromong besar tentang hal-hal yang kosong belaka". Dalam sejarah, kata ini mungkin berasal dari istilah "koyok", yang berarti "mengikuti" atau "meminta-minta". Oleh karena itu, "jual koyok" dapat diartikan sebagai "jual ikut-ikutan" atau "jual omong kosong". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "jual koyok" seringkali digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berbicara dengan penuh semangat dan antusiasme, tetapi sebenarnya tidak mengerti apa-apa tentang subjek yang dibicarakannya. Misalnya, seseorang yang berbicara tentang **jual koyok** tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi sebenarnya tidak pernah belajar tentang hal tersebut. Atau, seseorang yang **jual koyok** tentang kehidupan di luar angkasa, tetapi sebenarnya tidak pernah membaca buku tentang topik tersebut. Dalam budaya Indonesia modern, kata "jual koyok" memiliki relevansi penting. Dalam era digital, banyak orang berbicara tentang topik-topik yang mereka tidak mengerti dengan penuh semangat dan antusiasme. Mereka **jual koyok** tentang teknologi, ekonomi, atau politik, tetapi sebenarnya tidak pernah belajar tentang hal tersebut. Oleh karena itu, penting untuk kita mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan tidak terjebak dalam **jual koyok** yang tidak bermakna.