Arti Kata "sakrilegi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sakrilegi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sakrilegi

sak·ri·le·gi /sakrilégi/ n Kat pelanggaran thd hal atau barang suci, msl mencuri barang gereja

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sakrilegi"

📝 Contoh Penggunaan kata "sakrilegi" dalam Kalimat

1.Penghancuran relief Buddha di kuil Buddha di Afghanistan dianggap sebagai perbuatan sakrilegi.
2.Pada masa kolonial, para misionaris Eropa melarang kegiatan shalat di masjid, menganggapnya sebagai perbuatan sakrilegi.
3.Dalam tradisi agama tertentu, setiap orang diharapkan untuk menjaga kehormatan tempat suci dan mencegah perbuatan sakrilegi.
4.Pengelola museum menerima keluhan dari umat Hindu karena dianggap melakukan perbuatan sakrilegi dengan menunjukkan patung dewa-dewi Hindu tanpa hormat.
5.Penghancuran monumen nasional dianggap sebagai perbuatan sakrilegi, tidak hanya karena nilai sejarahnya tetapi juga karena simbol kemerdekaan bangsa.

📚 Artikel terkait kata "sakrilegi"

Mengenal Kata 'sakrilegi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sakrilegi" - Pelanggaran Suatu Hal atau Barang Suci

Kata "sakrilegi" memiliki arti resmi dalam bahasa Indonesia sebagai pelanggaran terhadap hal atau barang suci, seperti mencuri barang gereja. Kata ini memiliki akar bahasa Latin yang berarti "hal-hal yang berhubungan dengan tempat suci" atau "hal-hal yang berhubungan dengan keagamaan". Dalam sejarahnya, kata "sakrilegi" telah digunakan untuk menggambarkan pelanggaran-pelanggaran yang melibatkan barang-barang suci atau tempat-tempat suci. Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan pelanggaran-pelanggaran yang melibatkan kehormatan atau kepercayaan agama. Cara penggunaan kata "sakrilegi" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: - Mereka melakukan pelanggaran sakrilegi dengan mencuri patung suci di gereja. - Tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran sakrilegi dan dapat menyebabkan konsekuensi hukum. - Mereka mengaku melakukan pelanggaran sakrilegi dan meminta ampun kepada masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sakrilegi" masih relevan dan digunakan untuk menggambarkan pelanggaran-pelanggaran yang melibatkan kepercayaan agama atau barang-barang suci. Di Indonesia, kata ini terutama digunakan dalam konteks keagamaan, seperti dalam pelanggaran-pelanggaran yang melibatkan gereja atau masjid. Namun, kata "sakrilegi" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam pelanggaran-pelanggaran yang melibatkan kehormatan atau kepercayaan yang lain.