Arti Kata "kabumbu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kabumbu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kabumbu

ka·bum·bu n siungan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kabumbu"

📝 Contoh Penggunaan kata "kabumbu" dalam Kalimat

1.Di puncak gunung, kita menemukan sumber kabumbu yang menjadi awal hidup bagi masyarakat setempat.
2.kabumbu yang dikeluarkan oleh gunung tersebut membuat air sungai berwarna keruh dan tidak dapat diminum.
3.Sebagai ilmuwan, dia melakukan penelitian tentang sifat kimia kabumbu yang diproduksi oleh gunung tersebut.
4.kabumbu yang keluar dari gunung seringkali menyebabkan hujan di daerah ini menjadi lebat dan berlangsung lama.
5.Para petani harus berhati-hati ketika mengelola lahan pertanian mereka agar tidak terkena kabumbu yang dipancarkan oleh gunung.

📚 Artikel terkait kata "kabumbu"

Mengenal Kata 'kabumbu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kabumbu" - Inspirasi dari Bahasa Suku Dayak

Kata "kabumbu" sering kali tidak familiar bagi kebanyakan orang Indonesia, terutama bagi mereka yang tidak berdarah Dayak atau tidak tinggal di Kalimantan. Namun, bagi suku Dayak, kata ini memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kabumbu dalam bahasa Dayak memiliki arti siungan, yaitu tempat persembunyian atau perlindungan dari ancaman. Dalam konteks historis, kata ini digunakan sebagai tempat perlindungan bagi suku Dayak dari serangan musuh atau ancaman alam. Dalam kehidupan modern, kata ini masih digunakan sebagai inspirasi bagi orang-orang yang ingin mencari tempat perlindungan atau persembunyian dari tekanan hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin tidak langsung menghubungkan kata kabumbu dengan konsep siungan. Namun, dalam beberapa konteks, kata ini masih relevan. Misalnya, ketika kita mencari tempat persembunyian dari hujan deras, kita bisa mengatakan "Aku pergi ke kabumbu untuk menghindari hujan." Contoh lain adalah ketika kita mencari tempat perlindungan dari tekanan sosial, kita bisa mengatakan "Aku perlu kabumbu dari semua itu." Dalam budaya Indonesia modern, kata kabumbu masih memiliki tempat dalam kehidupan kita. Misalnya, ketika kita mencari tempat persembunyian dari kehidupan perkotaan yang sibuk, kita bisa mencari tempat-tempat alami yang menawarkan keindahan alam dan ketenangan. Dalam beberapa kasus, kata kabumbu juga digunakan sebagai inspirasi bagi seniman dan penulis untuk mencari ide dan kreativitas.