Arti Kata "kalandar" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kalandar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
kalandar
ka·lan·dar kl n pendeta yg meminta-minta sedekah; pendeta pengemis; pendeta fakir
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kalandar"
📝 Contoh Penggunaan kata "kalandar" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "kalandar"
Mengenal Kata 'kalandar' - Inspirasi dan Motivasi
Mengenal Kata "Kalandar" - Sejarah dan Makna
Kata "kalandar" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang spesifik, yaitu 'ka·lan·dar kl n pendeta yg meminta-minta sedekah; pendeta pengemis; pendeta fakir'. Kata ini memiliki asal-usul yang tua dan berkaitan dengan sejarah agama Islam di Indonesia.Dalam sejarah, kalandar adalah seorang pendeta yang meminta-minta sedekah dari masyarakat. Mereka seringkali berkeliling dari desa ke desa, berdakwah dan meminta bantuan dari orang-orang yang lebih beruntung. Kalandar memiliki peran penting dalam masyarakat, karena mereka membantu membagikan harta kepada orang-orang yang membutuhkan. Namun, seiring waktu, kata kalandar juga memiliki makna yang lebih negatif, yaitu sebagai pendeta pengemis yang hanya meminta-minta tanpa memberikan manfaat apa pun.
Contoh penggunaan kata kalandar dalam kalimat yang alami adalah: "Pendeta itu dikenal sebagai kalandar karena selalu meminta-minta sedekah dari masyarakat." Atau, "Dia tidak menyukai kalandar yang hanya meminta-minta tanpa memberikan manfaat apa pun." Kata kalandar juga dapat digunakan dalam kalimat seperti: "Kami akan memberikan sedekah kepada kalandar yang membutuhkan bantuan."
Dalam kehidupan sehari-hari, kata kalandar masih relevan dan seringkali digunakan dalam konteks keagamaan. Namun, dalam budaya Indonesia modern, kata kalandar juga memiliki makna yang lebih luas, yaitu sebagai simbol dari kebutuhan bantuan dan solidaritas masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks historis dari kata kalandar agar dapat digunakan dengan tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dalam beberapa kasus, kata kalandar juga digunakan dalam konteks yang lebih negatif, yaitu sebagai pendeta pengemis yang hanya meminta-minta tanpa memberikan manfaat apa pun. Namun, perlu diingat bahwa kata kalandar memiliki makna yang lebih kompleks dan dapat digunakan dalam konteks yang lebih positif, seperti membantu membagikan harta kepada orang-orang yang membutuhkan.