Arti Kata "kalawija" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kalawija" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kalawija

ka·la·wi·ja Jw n anak-anak cacat (cebol dsb) yg dipekerjakan di keraton sbg hamba sahaya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kalawija"

📝 Contoh Penggunaan kata "kalawija" dalam Kalimat

1.Pada masa lalu, para kalawija berperan penting dalam kehidupan masyarakat Jawa sebagai hamba sahaya di keraton.
2.Kondisi hidup para kalawija masih belum memadai hingga saat ini, sehingga perlu bantuan dari masyarakat dan pemerintah.
3.Dalam sastra Jawa, kalawija sering digambarkan sebagai simbol kekuasaan dan ketidakadilan sosial.
4.Pengalaman hidup para kalawija dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk memahami sejarah dan budaya Jawa.
5.Pemerintah harus memperhatikan hak-hak para kalawija dan memberikan bantuan yang lebih banyak untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

📚 Artikel terkait kata "kalawija"

Mengenal Kata 'kalawija' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kalawija" - Hamba Sahaya yang Terabaikan

Kata "kalawija" seringkali tidak kita kenal dengan baik, padahal maknanya sangatlah penting dalam sejarah Indonesia. Secara resmi, kalawija didefinisikan sebagai anak-anak cacat yang dipekerjakan di keraton sebagai hamba sahaya. Mereka dipandang sebagai bagian dari keluarga keraton, tetapi juga dipaksa bekerja keras dan tidak memiliki hak-hak yang setara dengan yang lain. Dalam sejarah, kalawija seringkali digambarkan sebagai anak-anak yang cacat, baik fisik maupun mental, yang dipekerjakan di keraton untuk melakukan tugas-tugas yang berat. Mereka bekerja sebagai penjaga, pelayan, atau bahkan sebagai hamba sahaya pribadi. Meskipun mereka menjadi bagian dari keluarga keraton, kalawija tetap dipandang sebagai orang yang terbelakang dan terabaikan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata kalawija dalam kalimat yang alami: * Pada zaman dulu, kalawija dipekerjakan di keraton sebagai penjaga pintu masuk. * Anak-anak cacat yang dipekerjakan di keraton disebut sebagai kalawija. * Sejarah Indonesia tidak bisa dipisahkan dari kisah kalawija yang pernah hidup di masa lalu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata kalawija tidak lagi digunakan secara luas, tetapi maknanya masih sangat relevan. Pada masa kini, kita masih dapat melihat anak-anak yang cacat bekerja sebagai penjaga atau pelayan di berbagai tempat, meskipun tidak lagi disebut sebagai kalawija. Namun, makna sejarahnya tetap ada dan perlu kita ingat sebagai bagian dari budaya Indonesia modern.