Arti Kata "kebah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kebah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kebah

ke·bah ark a basah berkeringat; hilang panasnya sesudah berkeringat (tt penyakit demam)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kebah"

📝 Contoh Penggunaan kata "kebah" dalam Kalimat

1.Pada pagi hari, dia merasa kebah setelah mengalami demam semalam.
2.Saya merasa kebah setelah berlari sejauh 10 kilometer di pagi hari.
3.Dalam bahasa resmi, kata "kebah" digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh yang kepanasan.
4.Pada masa lalu, orang tua kami selalu mengatakan bahwa dia kebah setelah bekerja di sawah sepanjang hari.
5.Pada saat itu, dokter mengatakan bahwa dia menderita demam dan akan kebah dalam beberapa hari.

📚 Artikel terkait kata "kebah"

Mengenal Kata 'kebah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kebah" - Demam yang Melelahkan

Kata "kebah" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan kondisi tubuh yang lelah dan demam. Menurut KBBI, "kebah" memiliki arti "keb·bah ark a basah berkeringat; hilang panasnya sesudah berkeringat (tt penyakit demam)". Ketika seseorang mengalami kebah, biasanya mereka akan merasa sangat lelah dan panas, serta mengeluarkan keringat yang banyak.

Contoh Penggunaan Kata "Kebah" dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "kebah" dalam kalimat yang alami: - Setelah beberapa hari mengalami kebah, dia akhirnya sembuh dan dapat kembali ke normal. - Kondisi kebah yang dialami oleh ibu membuatnya tidak dapat mengurus anak-anaknya sendiri. - Setelah beberapa hari demam, dia akhirnya sembuh dari kebah yang dialaminya.

Bahasa dan Budaya Indonesia

Kata "kebah" juga merupakan bagian dari bahasa Indonesia yang digunakan sehari-hari. Banyak orang yang mengalami kebah, terutama di masa kecil, dan masih ingat betapa lelah dan panasnya kondisi tersebut. Bahkan, kata "kebah" telah menjadi bagian dari peribahasa dan ungkapan-ungkapan dalam bahasa Indonesia, seperti "kebah yang berkepanjangan" yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang berlangsung lama dan melelahkan.