Arti Kata "kapling" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kapling" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kapling

kap·ling ? kaveling

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kapling"

📝 Contoh Penggunaan kata "kapling" dalam Kalimat

1.Pemerintah membagikan kaveling bagi warga yang baru saja pindah ke daerah baru.
2.Di kota metropolitan, harga kaveling yang strategis sangat mahal.
3.Kebun binatang memiliki area kaveling yang luas untuk menampung berbagai jenis hewan.
4.Pembangunan kaveling perumahan baru akan dimulai pada bulan depan.
5.Perusahaan akan menjual kaveling di taman wisata yang sedang dibangun.

📚 Artikel terkait kata "kapling"

Mengenal Kata 'kapling' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kapling" - Hingga Kecilnya Kaveling di Lahan

Kata "kapling" sering digunakan dalam konteks geografis dan sosial, terutama dalam hubungannya dengan pemilahan lahan. Secara etimologis, "kap·ling ? kaveling" memiliki makna sebagai lahan yang telah dipisahkan dan diberikan kepada individu atau kelompok tertentu. Konsep ini telah ada sejak zaman kolonial, ketika pemerintah Belanda membagi-bagikan lahan kepada warga pribumi sebagai bentuk pemberian hak atas tanah. Kapling pada zaman dahulu sangatlah penting dalam mempertahankan hak atas tanah. Dengan demikian, komunitas desa dapat memiliki lahan yang lebih luas untuk diolah sebagai lahan pertanian. Namun, istilah ini juga dapat dihubungkan dengan kekuasaan dan dominasi penguasa atas tanah. Oleh karena itu, kapling tidak hanya merupakan konsep geografis, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan politik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kapling" masih digunakan dalam beberapa konteks. Misalnya, kita dapat menyatakan "dia memiliki kapling yang luas di daerah hutan" atau "masyarakat setempat telah meminta kapling untuk membangun permukiman baru". Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan dalam konteks yang lebih abstrak, seperti "dia memiliki kapling dalam hatinya untuk menggapai cita-citanya".