Arti Kata "udang rebon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "udang rebon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

udang rebon

udang geragau

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "udang rebon"

📝 Contoh Penggunaan kata "udang rebon" dalam Kalimat

1.Pada musim hujan, penangkapan udang rebon menjadi sumber pendapatan utama bagi nelayan di desa.
2.Bahan utama olahan seafood yang digunakan dalam menu restoran adalah udang rebon yang segar.
3.Sebagai bagian dari kegiatan konservasi lingkungan, warga desa berusaha untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tidak memburu udang rebon secara berlebihan.
4.Dalam buku pelajaran biologi, siswa diperkenalkan dengan jenis-jenis udang rebon yang ada di perairan Indonesia.
5.Di pasar tradisional, udang rebon yang telah dipanen secara bertanggung jawab dijual dengan harga yang kompetitif.

📚 Artikel terkait kata "udang rebon"

Mengenal Kata 'udang rebon' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "udang rebon" - Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "udang rebon" yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga "udang geragau" memiliki makna yang khusus dan unik. Kata ini merujuk pada jenis udang yang memiliki bentuk kecil dengan kulit hitam dan berwarna kecoklatan. Udang rebon ini umumnya ditemukan di wilayah pesisir dan perairan dangkal. Dalam sejarah, udang rebon telah menjadi bagian penting dari makanan tradisional Indonesia, terutama di daerah-daerah pesisir. Udang rebon adalah sumber protein yang kaya dan bergizi. Selain itu, udang rebon juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi masyarakat nelayan dan petani. Udang rebon sering digunakan dalam berbagai masakan tradisional, seperti sambal rebon, rempeyek rebon, dan lain-lain. Dalam beberapa kalimat, kita dapat melihat penggunaan kata "udang rebon" dalam konteks yang berbeda-beda, seperti: "Saya akan membeli udang rebon segar untuk dimasak nanti", "Udang rebon di pasar sudah sangat mahal hari ini", atau "Saya suka makan sambal rebon yang dibuat oleh ibu saya". Penggunaan kata "udang rebon" dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya terbatas pada makanan saja. Dalam beberapa budaya di Indonesia, udang rebon juga memiliki makna spiritual dan filosofis. Misalnya, dalam agama tertentu, udang rebon dianggap sebagai simbol keluwesan dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Melihat penggunaan kata "udang rebon" dalam konteks yang berbeda-beda, kita dapat menyimpulkan bahwa kata ini memiliki makna yang kaya dan kompleks.