Arti Kata "kebat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kebat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kebat

1ke·bat n ikat; balut;
-- pinggang ikat pinggang;
me·nge·bat v mengikat; membalut;
~ erat-erat, membuhul mati-mati, pb membuat aturan (perjanjian) dng sempurna;
me·nge·bat·kan v mengikatkan; membalutkan;
ter·ke·bat v 1 terikat(kan); terbalut; 2 ki terlibat (dl perkara);
pe·nge·bat n pengikat; pembalut;
se·ke·bat n satu ikatan;
~ bagai sirih, pb sepakat dl perkumpulan (rapat)

2ke·bat, ke·bat-ke·bit v 1 Mk selalu bergerak (bekerja dsb); 2 tidak tenang, berdebar-debar (tt perasaan dsb): dng hati -- , ia menunggu kabar kelahiran putranya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kebat"

📝 Contoh Penggunaan kata "kebat" dalam Kalimat

1.Seorang pengusaha sukses membat kantor cabangnya dengan mengikatkan perjanjian antara pihak-pihak yang terlibat.
2.Pengrajin kulit di daerah pedesaan terbiasa membat barang-barang dengan menggunakan tali anyaman.
3.Pertemuan di rumah makan itu berakhir dengan sebat yang sangat kuat, sehingga mereka sepakat untuk bekerja sama dalam proyek tersebut.
4.Dalam budaya Jawa, sebat yang erat-erat antara suami istri dianggap sebagai simbol kekuatan pernikahan.
5.Sebagai penulis novel, saya harus membat plot cerita agar tidak terlalu panjang dan rumit.

📚 Artikel terkait kata "kebat"

Mengenal Kata 'kebat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kebat" - Menjelajahi Makna dan Konteksnya

Kata "kebat" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang kompleks dan multifungsi. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan proses mengikat atau membalut sesuatu. Ini bisa berlaku dalam berbagai konteks, seperti mengikat pinggang, membalut sayuran, atau bahkan membuat perjanjian dengan sempurna. Penggunaan kata "kebat" juga dapat ditemukan dalam berbagai kalimat sehari-hari. Misalnya, "Dia mengikat pinggangnya dengan kuat agar tidak terjatuh." Dalam kalimat ini, kata "kebat" digunakan untuk menggambarkan proses mengikat pinggang dengan kuat. Atau, "Mereka membuat perjanjian dengan sempurna agar tidak ada kesalahpahaman." Dalam kalimat ini, kata "kebat" digunakan untuk menggambarkan proses membuat perjanjian dengan sempurna. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kebat" masih digunakan dalam berbagai konteks. Di Indonesia, kata ini sering digunakan dalam konteks budaya, seperti dalam perayaan-adat atau ritual keagamaan. Misalnya, dalam proses membuat aturan-aturan dalam perayaan-adat, masyarakat sering menggunakan kata "kebat" untuk menggambarkan proses membuat perjanjian dengan sempurna. Dalam konteks ini, kata "kebat" memiliki makna yang lebih dalam, yaitu membuat kesepakatan yang jelas dan tegas. Kata "kebat" juga memiliki relevansi dengan konsep "ikatan" dalam budaya Indonesia. Dalam konteks ini, kata "kebat" digunakan untuk menggambarkan proses mengikat atau membalut sesuatu dengan kuat. Ini bisa berlaku dalam berbagai konteks, seperti mengikat hubungan antara individu atau membuat perjanjian dengan sempurna. Dalam budaya Indonesia, kata "kebat" memiliki makna yang positif, yaitu membuat ikatan yang kuat dan tahan lama. Dalam kesimpulan, kata "kebat" memiliki makna yang kompleks dan multifungsi dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan proses mengikat atau membalut sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini masih digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam konteks budaya maupun konsep "ikatan".