Arti Kata "kedengkang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kedengkang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kedengkang

ke·deng·kang n tiruan bunyi tong dipukul

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kedengkang"

📝 Contoh Penggunaan kata "kedengkang" dalam Kalimat

1.Saya mendengar bunyi kedengkang dari belakang rumah, menandakan adanya pembeli yang datang.
2.Musik di konser tersebut dipopulerkan dengan adanya kedengkang dari gendang yang terus dipukul.
3.Ketika mendengar kedengkang dari gong, para tamu mengangkat kepala mereka untuk sementara waktu.
4.kedengkang yang terus-menerus didengar dari kantor sebelah membuat saya kesulitan untuk berfokus.
5.Pada hari Minggu, kita bermain musik sambil meniru bunyi kedengkang dari gong yang dipukul.

📚 Artikel terkait kata "kedengkang"

Mengenal Kata 'kedengkang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kedengkang" di Tengah Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kedengkang" mungkin familiar di telinga kita, terutama bagi mereka yang pernah tinggal di pedesaan atau memiliki pengalaman unik dengan kehidupan petani. Dalam arti resmi, kedengkang adalah tiruan bunyi tong dipukul, biasanya digunakan untuk mengundang orang lain, menandai waktu, atau sekadar sebagai cara untuk berkomunikasi. Penggunaan kedengkang dalam kehidupan sehari-hari biasanya berkaitan dengan aktivitas agraris. Pada masa lalu, kedengkang digunakan sebagai alat komunikasi di antara petani untuk mengumumkan waktu panen, kegiatan kerja, atau sekadar untuk menandai waktu istirahat. Meskipun tidak lagi menjadi suara yang umum di tengah kota, kedengkang masih dapat ditemukan di pedesaan atau tempat-tempat yang terpencil. Berikut beberapa contoh penggunaan kedengkang dalam kalimat yang alami: - "Pagi ini, ayah mengeluarkan kedengkang untuk mengundang kami sarapan." - "Kita harus berjalan lebih cepat, karena waktu panen sudah dekat dan ayah menggunakan kedengkang untuk mengingatkan kita." - "Di pagi hari, suara kedengkang ayah masih terdengar jelas dari kejauhan." Dalam kehidupan sehari-hari modern, kedengkang mungkin tidak lagi menjadi suara yang dominan. Namun, kebudayaan dan tradisi yang terkait dengan kedengkang masih dapat ditemukan di beberapa tempat, seperti festival atau acara budaya yang menghadirkan unsur-unsur agraris.