Arti Kata "kelon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kelon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kelon

ke·lon Jw v, me·nge·loni v memeluk (anak dsb) dng kasih sayang sambil berbaring supaya tidur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kelon"

📝 Contoh Penggunaan kata "kelon" dalam Kalimat

1.Ibu mengelon anaknya dengan kasih sayang sebelum tidur malam.
2.Pada hari ulang tahunnya, ayah melelon anaknya dengan penuh kebahagiaan.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama mengelon ibunya dengan rasa kasih sayang yang mendalam.
4.Pengasuh anak harus mengelon bayi yang baru lahir dengan baik agar tidur nyenyak.
5.Ketika sedih, Ibu mengelon anaknya dengan pelukan hangat untuk menghiburnya.

📚 Artikel terkait kata "kelon"

Mengenal Kata 'kelon' - Inspirasi dan Motivasi

Arti "Kelon" dalam Bahasa Indonesia: Mengenal Makna dan Konteks

Dalam bahasa Indonesia, "kelon" memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu mengelus atau memeluk seseorang dengan kasih sayang sambil berbaring supaya tidur. Kata ini memiliki asal-usul dari bahasa Jawa, yang sering digunakan dalam konteks budaya dan tradisi Indonesia. Pada masa lalu, "kelon" sering digunakan oleh para ibu dan nenek untuk melembutkan hati anak-anak mereka sebelum tidur. Dengan cara ini, anak-anak merasa aman dan nyaman, serta mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka. Dalam konteks sosial, "kelon" juga sering digunakan dalam acara-acara tradisional, seperti melahirkan dan pernikahan, sebagai simbol kasih sayang dan persatuan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "kelon" dalam kalimat yang alami: * Ibu masih ingat saat dia "kelon" adiknya yang baru lahir, membuatnya merasa aman dan nyaman. * Dalam hari raya Idul Fitri, keluarga saya masih melakukan tradisi "kelon" sebagai simbol kasih sayang dan persatuan. * Ayah saya selalu "kelon" saya ketika saya masih kecil, membuat saya merasa nyaman dan aman. Dalam kehidupan sehari-hari, "kelon" masih memiliki relevansi penting dalam budaya Indonesia modern. Banyak orang yang masih mengingat pengalaman "kelon" mereka saat kecil, dan bahkan masih melakukan tradisi ini dengan anak-anak mereka. "Kelon" juga menjadi simbol kasih sayang dan persatuan dalam keluarga, membuat hubungan antara orang tua dan anak-anak semakin harmonis.